Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri sebut tim terus dalami potensi orang sakit hati pada Novel

Kapolri sebut tim terus dalami potensi orang sakit hati pada Novel Kapolri Jenderal Tito Karnavian. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya terus mendalami dugaan sakit hati dari pihak atau kelompok tertentu yang akhirnya menyerang penyidik KPK Novel Baswedan. Polri menggunakan dua metode dalam mengusut kasus Novel.

Cara pertama dengan metode deduktif yakni dari motif dalam kasus itu. Pada metode ini dicari siapa yang berpotensi sakit hati dan dendam terhadap Novel baik karena urusan pekerjaan maupun urusan pribadi. Semisal Polri menangkap Miko Panji Tirtayasa. Miko disebut menyerang karena memiliki latarbelakang masalah Novel.

Hal ini terkait video dirinya yang viral di media sosial. Dalam video itu Miko mengaku diminta memberi keterangan palsu dalam kasus suap pilkada di MK pada 2014 lalu yang melibatkan pamannya, Muhtar Ependy dan Ketua MK saat itu Akil Mochtar.

Namun, polisi akhirnya melepaskan Miko karena tidak terbukti berada di lokasi kejadian saat penyiraman air keras Novel. Saat itu Miko berada di luar Jakarta. Semua keterangan dari Miko sudah didalami polisi.

"Terus berlanjut kami dalami termasuk pencarian menelusuri penjualan bahan-bahan air keras kemudian pendalaman motif-motif atau kelompok orang yang pernah sakit hati," kata Tito di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/5).

Selain Miko, polisi juga mengaitkan kasus teror kepada Novel dengan politisi Hanura Miryam S Haryani. Polri telah mengusut dugaan Miryam sakit hati karena ditetapkan sebagai tersangka pemberian keterangan Palsu e-KTP sehingga menggerakan orang untuk menyerang Novel. Akan tetapi, Polri hingga saat ini belum mendapatkan hasil positif.

"Kami lakukan penangkapan terhadap saudari Miryam Haryani dengan tujuan dari sudut pandang kita ini jadi potensi sehingga kita dalami yang bersangkutan termasuk link-linknya yang kemungkinan digerakan untuk melakukan penyerangan. Tapi saat ini belum dapat hasil positif dan masih didalami," tegasnya.

Metode kedua yakni metode induktif dari lokasi kejadian, pengembangan dari CCTV, keterangan saksi-saksi dan juga dari IT. Tito menjelaskan, anggotanya mengamankan 3 orang dengan lewat metode ini.

Terduga pertama mengaku sedang berada di Malang ketika peristiwa air keras terhadap Novel Baswedan. Tito mengatakan pihaknya memeriksa CCTV, tiket di Malang termasuk call data record di Malang.

"Sudah dibawa ke tempat-tempat yang menurut yang bersangkutan di tempat itu ada pada saat kejadian. Dengan metode induktif 1 orang ada di Malang dibuktikan dengan manifes tiket, CCTV, saksi-saksi di Malang termasuk call data record, HP-nya. Positif ada di Malang," tuturnya.

Terduga kedua mengaku berada di Tambun, Bekasi dan dibuktikan melalui saksi-saksi. Terakhir, Muhammad Lestaluhu yang mempunyai alibi tidak ada di TKP penyerangan Novel karena sedang berada di Jakarta Timur.

"Terakhir Saudara Muhammad Lestaluhu dapat diketahui alibinya tidak ada di TJP tapi di daerah Jaktim. Yang dibuktikan para saksi dan call data record maupun catatan yang bersangkutan saat bekerja," pungkasnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP