Kapolri sebut penangkapan terduga teroris di daerah terkait bom panci di Bandung
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan penangkapan terduga teroris belakangan bukan mengindikasikan serangan di hari raya Natal dan tahun baru. Penangkapan itu merupakan upaya preventif yang dilakukan kepolisian mencegah kemungkinan yang fatal.
"Belum ada rencana serangan Natal tapi kita melakukan langkah-langkah kita mendahului kelompok yang kita anggap berpotensi kegiatan aksi-aksi teror," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (11/12).
Para terduga teroris yang diamankan itu berkaitan dengan kasus yang sebelumnya seperti kasus bom panci di Bandung. "Apalagi sebagian besar dari mereka ini terkait peristiwa sebelumnya kita lakukan penangkapan. Termasuk saya kemarin ke Malaysia ada satu orang ketangkap dari buronan kasus bom panci," imbuh Tito.
Untuk identitas maupun jaringan mereka, Polri belum mau mengungkap lantaran masih butuh waktu 7x24 sebelum menetapkan tersangka. Densus 88 saat ini masih mendalami keterkaitan terduga pelaku yang ditangkap.
"Penyidik diberi waktu 7x24 untuk penyelidikan, pendalaman kalau sudah maka status ditetapkan apa dia tersangka atau dibebaskan oleh sebab itu saya minta sabar tunggu karena masih pendalaman," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menambahkan.
Terbaru, Densus 88 Anti-teror Mabes Polri kembali meringkus tiga orang terduga teroris. Total terduga teroris yang ditangkap di Sumsel dalam sehari sebanyak lima orang setelah dua orang diamankan di Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Terori Mabes Polri juga menangkap seorang terduga teroris pada pada Sabtu (9/12) sekitar pukul 08.00 Wib, di depan SPBU Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya