Kapolri sebut pelaku bom panci di Bandung pernah ditangkap 2011
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menduga motif pelaku peledakan bom panci di Lapangan Pendawa, Cicendo, Bandung hanya ingin membuktikan eksistensi jaringannya. Informasi yang dia dapat, pelaku adalah anggota jaringan Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Bandung yang berafiliasi ke Aman Abdurrahman.
Sebelumnya, Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan menyebut pelaku adalah jaringan JAT.
"Jadi tujuan dari bom ini untuk eksistensinya saja, dalam rangka meminta teman-teman mereka dibebaskan dari Brimob Kelapa Dua," terang Tito usai menghadiri gelar ujian doktor terbuka Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (Menpan RB), Asman Abnur di Kampus C Unair Surabaya, Senin (27/2).
Menurut Tito, pelaku pernah diamankan bersama 70 orang lainnya dalam operasi yang dia pimpin pada tahun 2011 lalu. Pelaku pernah ditahan selama tiga tahun kemudian dilepas.
"Yang bersangkutan sudah diketahui identitasnya, dia sudah diprofile, dia pernah melakukan latihan di Aceh, di Janto, Aceh Besar," jelas dia.
Tito menambahkan, dalam aksinya pelaku sempat meminta rekan mereka yang ditahan Densus 88 dilepaskan. Dikatakan dia, di Brimob Kelapa Dua saat ini ada puluhan teroris yang ditahan, di antaranya ada yang sudah vonis. Namun, ada yang masih menjalani pemeriksaan.
"Ada juga yang baru ditangkap pada 2016. Itu kan masih ada beberapa lagi berkasnya sedang diajukan," ungkap Tito.
Tito membantah peristiwa ini ada kaitannya dengan kedatangan Raja Salman ke Indonesia.
"Saya belum ada informasi yang masuk soal kaitannya dengan kedatangan Raja Arab Saudi. Jadi, motifnya ingin eksis dan pembebasan rekan rekannya sesama teroris," tegasnya.
Dalam peristiwa peledakan di Bandung ini sendiri, polisi berhasil menembak satu pelaku. Sementara satu pelaku berhasil melarikan diri. Namun, Tito mengaku sudah mengantongi identitas pelaku.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya