Kapolri: Pemindahan warga Syiah Sampang karena ada istighosah
Merdeka.com - Sebanyak 160-an warga Syiah yang selama ini mengungsi di GOR Indoor Tenis, Sampang, Madura diusir paksa dari tempat pengungsian. Mereka diangkut keluar Madura dengan menggunakan mobil ambulans dan truk milik polisi.
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo menyatakan, dibawanya ratusan warga Syiah dari Gor Sampang itu dilakukan karena akan ada kegiatan istighosah di sekitar lokasi.
"Laporan Kapolda yang ada di sana, bahwa semua bisa dikomunikasikan masyarakat yang di sana ya. Karena ada kegiatan istighosah ya, sekali lagi terima kasih karena semua berjalan dengan baik, tidak ada yang mengganggu, atau tidak ada yang melukai. Jadi semua berjalan dengan baik," kata Timur di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (20/6).
Saat ini, pihak kepolisian dibantu TNI menyerahkan proses pemindahan warga Syiah kepada pemerintah daerah setempat, yakni Pemkab Sampang. Termasuk lokasi yang akan menjadi tempat tinggal sementara para pengungsi.
"Semuanya tentunya aparat Kepolisian dibantu TNI menyerahkan sepenuhnya kepada Pemda dalam hal ini Kabupaten Sampang ya, itu yang sekarang terus dikoordinasikan bagaimana kelanjutan yang sudah sekian lama di GOR itu," tandasnya.
Timur melanjutkan, ada sekitar dua ribu personel TNI dan Polri yang diterjunkan ke lokasi untuk membawa para pengungsi. Ketika ditanya apakah warga Syiah dapat kembali ke rumahnya masing-masing, dia enggan menjawab.
"Sekarang sedang dibicarakan ya," pungkasnya. (mdk/war)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya