Kapolri ngaku dicurhati Jaksa Agung soal transkrip Megawati
Merdeka.com - Kapolri Jenderal Sutarman mengaku telah dicurhati Jaksa Agung Basrief Arief soal transkrip rekaman pembicaraan diduga dirinya dengan Ketua Umum PDIP Megawati. Jenderal polisi bintang empat itu lantas berjanji kepada Jaksa Agung akan menindaklanjuti hal itu.
"Kita lihat karena Pak Jaksa Agung sudah menginformasikan kepada kita sama dulu, pada saat surat edaran Pak Jaksa Agung, surat dibuat diketik di mana kemudian disebarkan sebagai isu. Yang ini belum (secara resmi). (Jaksa Agung) sudah menginformasikan kepada kita. Ini harus disikapi dengan arif dengan bijaksana," kata Jenderal Sutarman di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (19/6).
Selain laporan soal transkrip tersebut, Jaksa Agung juga menginformasikan adanya dua surat lain yang berkaitan dengan korupsi Transjakarta.
"Kita belum menemukan, belum menemukan siapa yang membuat. Ya namanya surat ketikan, ngetik di pinggir jalan kemudian disebarkan begitu ditangkap seseorang," ucapnya.
Polri menegaskan akan segera mencari tahu siapa yang mencoba menyebarkan isu tersebut. Apalagi melibatkan dan mempolitisasi para penegak hukum.
"Institusi Polri ini jangan dibawa ke sana kemari. Jadi saya akan tetap dalam rel dan kita akan mencari itu, siapa yang membuat itu pasti ada pelanggarannya. "tegasnya.
Kemarin, sekumpulan mantan aktivis yang tergabung dalam Progres 98 menyambangi Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka ingin menyampaikan surat klarifikasi terkait bocoran transkrip rekaman pembicaraan diduga antara Jaksa Agung dengan orang nomor satu PDIP. Isi pembicaraan itu diduga meminta pihak kejaksaan agar tak menyeret calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke dalam kasus korupsi TransJakarta senilai Rp 1,5 Triliun. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya