Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri minta kepala daerah hidupkan kembali FKUB

Kapolri minta kepala daerah hidupkan kembali FKUB Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian. ©2016 Merdeka.com/ronald

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepala daerah menghidupkan kembali Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) untuk menangkal terorisme dan radikalisme. Menuutnya, dua masalah itu harus diselesaikan bersama-sama.

"Tolong kalai bisa aktifkan mekanisme-mekanisme untuk menekan atau menetralisir ideologi-ideologi terorisme ini. Forum Komunikasi Umat Beragama mohon kalau bisa diaktifkan," ujar Tito di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (5/6).

Bukan hanya itu, Tito juga meminta agar para kepala daerah mengalokasikan anggaran untuk operasional FKUB dalam mencegah penyebaran paham radikal dan terorisme.

"FKUB ini biasanya aktif kalau diberikan anggaran. Jadi kalau kepala daerahnya peduli, beri anggaran agar FKUB aktif lagi. Kalau FKUB tidak aktif, ideologi radikalisme bisa berkembang terus," katanya.

Dia menuturkan, persoalan terorisme dan radikalisme ibarat gunung es yang tidak bisa diaelesaikan hanya dengan penindakan hukum saja. Persoalan perlu diselesaikan hingga dasar, yakni memerangi ideologi radikal. Hal itu perlu dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan juga tokoh-tokoh masyarakat, termasuk yang tergabung dalam FKUB.

"Masalah terorisme ini masalah kita bersama terutama kepala daerah. Jadi harus ada kerja sama yang baik antara pusat dan daerah untuk meminimalisir gerakan teror ini," ucap Tito.

Mantan Kepala BNPT ini juga memerintahkan jajaran Densus 88 Antiteror Polri agar memantau kembali sel-sel jaringan teroris yang tidak terlalu aktif selama Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri.

"Saya sudah memerintahkan Kepala Densus 88 untuk sel-sel yang tidak terlalu aktif namun potensial agar kembali dimonitor," kata Tito.

Apalagi, bagi kelompok tersebut melakukan aksi teror di Bulan Ramadan mendapat pahala lebih besar ketimbang waktu lainnya. Karena itulah seluruh sel teroris perlu diwaspadai.

"Melakukan aksi di bulan Ramadan menurut mereka pahalanya lebih gede dibanding bulan-bulan sebelumnya. Bukan justru diam pas bulan Ramadan," ucap dia.

Terkait pemantauan tersebut, pihaknya meminta Densus 88 bekerja sama dengan jajaran Intelijen dan TNI.

Reporter: Nafiez Rambu RabbaniSumber: Liputan6.com

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP