Kapolri mau dipanggil Jokowi, polisi sebut kasus Novel masih penyelidikan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Pemanggilan itu diduga untuk menanyakan perkembangan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Akibat siraman itu, mata Novel mengalami kerusakan.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono menegaskan, kalau pihaknya hingga kini masih melakukan penyelidikan. Selain itu juga, masih mengumpulkan bukti-bukti.
"Kami juga sama ya, gamblang dan tuntas juga dalam menyampaikannya ya. Yang penting kan ada yang melihat, kira-kira ada nggak? Kami sedang berupaya mencari (pelaku). Kami sampai membawa CCTV ke Australia minta diperiksa," katanya di Mapolda Metro Jaya, Jumat (3/11).
Meski telah memastikan kalau kasus itu masih terus berjalan hingga kini, Argo mengatakan nampaknya belum ada rencana akan periksa kembali Novel. "Belum ada rencana ya," katanya.
Seperti diberitakan, Presiden Joko Widodo menyatakan akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hal ini untuk menanyakan perkembangan kasus penyerangan kepada penyidik KPK Novel Baswedan. Ia ingin mengetahui kelanjutannya dari laporan Kapolri Tito Karnavian.
"Kapolri (nanti) saya undang, saya panggil. Diprosesnya sudah sejauh mana, yang jelas semua masalah harus gamblang," kata Jokowi usai peresmian Tol Becakayu di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/11). (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya