Kapolri: Komjen Anang 2,5 tahun jadi kepala BNN, butuh penyegaran
Merdeka.com - Dalam rapat bersama antara Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan Polri, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan proses mutasi jabatan antara Komjen Pol Budi Waseso dan Komjen Pol Anang Iskandar sudah sesuai aturan.
"Prosesnya biasa saja tapi sudah sesuai aturan. Mungkin tidak kelihatan karena Presiden kita orang Jawa sehingga tak terlihat tegas dalam persetujuan mutasi tersebut," kata Badrodin di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (8/9).
Badrodin mengatakan usulan mutasi para pejabat kepolisian sudah dikonfirmasikan kepada pihak terkait di internal kepolisian. Dia melihat sosok Budi Waseso sebagai orang yang tempat memimpin Badan Narkotika Nasional (BNN).
"Sebelumnya sudah kita teruskan ke Wakil Polri, memang penyelesaian narkoba butuh sosok orang seperti Buwas yang mempunyai pengalaman," terangnya.
Selain itu, pemutasian diperlukan untuk penyegaran agar para pejabat kepolisian termotivasi untuk memperbaiki kinerjanya. Ia pun mengaku juga sudah meminta persetujuan dari Komjen Pol Anang Iskandar untuk menduduki kursi kepemimpinan Bareskrim.
"Pak Anang juga bersedia sehingga kita putuskan melakukan mutasi. Kebetulan Anang 2,5 tahun di BNN perlu refresing," katanya.
Adanya pertukaran jabatan antara Budi Waseso dan Anang tak akan menghentikan Mabes Polri dalam penanganan kasus korupsi besar. Dia berjanji akan meningkatkan penyelidikan dan membongkar sejumlah kasus besar lainnya.
"Kita jelaskan secara tegas tidak ada kasus yang mundur, seluruh pekerjaan Pak Buwas harus dilanjutkan. Kasus mana yang ditangani harus dilaksanakan personel wilayah untuk ditangani," pungkasnya.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya