Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri: Kalau sudah ngajak duduki DPR secara paksa enggak bisa!

Kapolri: Kalau sudah ngajak duduki DPR secara paksa enggak bisa! GNPF MUI dan Polri konpers demo 2 Desember. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menolak jika tindakannya menangkap kelompok ingin makar saat aksi damai 2 Desember membelenggu demokrasi. Baginya, rakyat dipersilakan menyampaikan kritik dan aspirasi asal sesuai ketentuan.

"Enggak masalah protes, kita (Polri) ribuan kali tangani demo. Saya pernah jadi Kapolda Metro satu hari puluhan yang demo, enggak pernah (nangkap) damai-damai saja," katanya.

Tito menyampaikan itu dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR, Senin (5/12) sekaligus menjawab pernyataan dari politikus Demokrat, Erma Suryani Ranik.

Informasi intelijen diperoleh Tito, Sri Bintang Pamungkas dan kawan-kawan memang berencana bergerak di DPR. Untuk itu Tito sudah mempersiapkan skema sehingga melarang aksi dilakukan di Sudirman-Thamrin.

"Kalau ngajak dobrak DPR, duduki DPR secara paksa, kerahkan massa, enggak bisa. Polri konsisten simbol negara enggak boleh diduduki dengan cara-cara inkonstitusional," tuturnya.

Dia juga menegaskan sudah memiliki barang bukti. Dia menolak jika dikatakan penangkapan hanya karena kelompok ini melakukan kritik keras ke pemerintah. "Kita paham pada saatnya itu kritik, mana yang provokatif membahayakan," tuturnya.

"Kalau sudah dobrak sana, dobrak sini kita tangkap, hukum harus tegas bukan tutup ruang protesnya, bukan karena kritik ke pemerintah," tuturnya.

"Kirim delegasi temui pimpinan, komisi, sampaikan aspirasi kita dukung," tandasnya.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP