Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri: Dua pilot RI hanya pendukung, bukan pengikut ISIS

Kapolri: Dua pilot RI hanya pendukung, bukan pengikut ISIS Dua pilot Indonesia diduga gabung ISIS. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jendral Badrodin Haiti menegaskan tidak ditemukan keterlibatan 2 pilot asal Indonesia Ridwan Agustin dan Tommy Abu Alfatih dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) seperti yang dilansir pihak keamanan Australia.

"Hasil penyelidikan kita tidak ditemukan kaitannya dengan jaringan-jaringan ISIS yang ada," tegas Badrodin usai menandatangani MoU dengan BNN di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Jumat (10/7).

Dugaan Tomi bersama rekannya, Ridwan Agustin dari AirAsia, terlibat dengan ISIS tercantum dalam dokumen rahasia Kepolisian Federal Australia (AFP) yang dibocorkan oleh majalah online The Intercept dan dirilis di situsnya, Rabu (8/7).

"Sementara memang dari hasil yang kita dapatkan, mereka memang pendukung tetapi pendukung bukan berarti pengikut. Sehingga di media sosial miliknya itu mereka yang ditangkap oleh AFP untuk diduga bahwa yang bersangkutan itu adalah pengikut ISIS," jelas Kapolri.

Selain itu, pihak kepolisian juga belum menemukan adanya indikasi dari keterlibatan kedua pilot tersebut dalam peperangan.

"Saya belum menemukan data itu apakah yang bersangkutan ada di sana. Tapi tadi malam kita kontak ada di sini. Ada di Bogor. Ridwan ya. Ada, ada di Bogor," kata Badrodin.

Menurut dokumen AFP, Tomi saat ini bekerja untuk maskapai penerbangan Premiair yang berbasis di Indonesia. Berdasarkan data AFP itu, Tomi bahkan disebut pernah bergabung dengan TNI Angkatan Udara.

Sementara Ridwan menjadi pilot AirAsia sejak tahun 2010 dan terbang di rute-rute internasional, seperti Hong Kong dan Singapura. Sebelum akun Facebook-nya ditutup, dia mem-posting beberapa foto dirinya menggunakan seragam pilotnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP