Kapolrestabes Bandung: Bom di mobil tvOne belum disebut aksi teroris
Merdeka.com - Polisi tidak ingin buru-buru memberi kesimpulan atas meledaknya bom paku yang diletakkan di bawah mobil milik kru tvOne saat perayaan malam tahun baru. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol meminta semua pihak tidak langsung menuding aksi ini dilakukan oleh teroris.
Polisi masih menyelidiki dan memeriksa barang bukti untuk dikirimkan ke Puslabfor Mabes Polri. "Kita belum bisa sebut, itu aksi teroris, kita masih dalami penyelidikan," katanya di Bandung, jumat (1/1).
Dia juga belum bisa menyimpulkan jenis bom yang memiliki daya ledak rendah dalam insiden tersebut. "Kita belum bisa sebut benda yang di duga bom ini, sampai saat ini kita masih dalam penyelidikan," ungkapnya.
Pihaknya berjanji segera menyampaikan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. "Nanti akan kita sampaikan hasil seluruh penyelidikan," ucapnya. Sedikitnya 11 saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut.
Untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan pada operasi bersandi lilin lodaya pihaknya akan memfokuskan pada objek wisata. "Kita amankan objek vital, tapi tidak ada penambahan personel pengamanan," ucapnya.
Sebelumnya, sebuah bom rakitan meledak sekitar pukul 01.00 WIB dini hari tadi. Mobil itu diletakkan persis di bawah tangki mobil. Presenter tvOne Brigita Manohara menceritakan kepanikan timnya ketika bom tersebut meledak.
Saat kejadian, tim tvOne yang berjumlah sekitar 12 orang tengah bersiap-siap pulang dari liputan perayaan pergantian tahun di Jalan Dalem Kawum, Alun-Alun Masjid Raya Bandung. Mobil terparkir di depan rumah dinas Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Manohara mengira suara ledakan berasal dari kembang api atau petasan. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya