Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolres Buleleng prihatin, tahun baru banyak remaja beli kondom

Kapolres Buleleng prihatin, tahun baru banyak remaja beli kondom Ilustrasi kondom. Shutterstock/wavebreakmedia

Merdeka.com - Jelang Tahun Baru, Polres Buleleng mendapatkan data tentang pembelian kondom di wilayah hukum mereka. Hasilnya pendataan itu menyimpulkan, pembeli kondom di minimarket mayoritas kalangan remaja.

Menanggapi temuan itu, Kapolres Buleleng, AKBP Harry Haryadi Badjuri, mengaku sangat khawatir.

"Hanya sebagian kecil saja orang-orang dewasa yang membeli kondom di minimarket. Justru paling banyak membelinya para remaja-remaja. Ini dari survei yang kami terima," ujarnya Kapolres Buleleng, Kamis (26/11).

Dia mengaku prihatin karena di daerah Buleleng, pembelian kondom di kalangan remaja seolah menjadi hal biasa. Sayang dirinya tidak merinci persentase jumlah remaja yang membeli kondom.

"Ini tidak lepas dari kurangnya kontrol keluarga. ‎Pembelian kondom oleh remaja di minimarket ini tidak dapat dilepaskan dari budaya seks bebas di kalangan remaja saat ini," tuturnya.

Terhadap sejumlah tempat penginapan dan hotel serta pemilik indekos, dia menegaskan akan melakukan pengawasan dan pemantauan.

"Ketika para pengelola penginapan atau hotel ini kami tanya kenapa kok tidak dibatasi hanya yang sudah resmi pasangan suami istri saja yang boleh nginap di kamar, katanya susah nolak rejeki pak," ungkapnya.

Saat ini kasus asusila yang dilaporkan ke Polres Buleleng sangat tinggi. Selama Januari sampai November ini, sedikitnya ada 95 kasus kekerasan pada anak yang dilaporkan.‎

"Ini sudah sampai taraf memprihatinkan, dalam tempo dua bulan Saya menjabat di sini saja sudah empat kasus, itu yang ketahuan. Saya meyakini yang tidak ketahuan ada lebih banyak lagi. Bagaimana peran serta masyarakat di sini. Tentunya kami akan bertindak kalau ada laporan," katanya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP