Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolres Bengkulu sebut tidak ada tembakan saat menggeledah Lapas

Kapolres Bengkulu sebut tidak ada tembakan saat menggeledah Lapas Ilustrasi Penjara. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolres Kota Bengkulu, AKBP Ardian Indra Nurinta mengatakan, tidak ada tembakan ketika polisi menggeledah narkoba di Lembaga Permasyarakatan Kelas II-A Bentiring Kota Bengkulu.

Menurutnya, saat mengamankan narapidana yang rusuh ketika penggeledahan polisi hanya menggunakan tangan kosong.

"Jadi tidak benar apa yang media muat hari ini tentang adanya tembakan atau letusan senjata saat mengamankan," kata Ardian, di Bengkulu, Jumat (22/7) dikutip dari Antara.

Dia menuturkan, saat penggeledahan tidak ada media yang diizinkan masuk ke ruang tahanan.

"Diizinkan atau tidak itu tergantung otoritas lapas, bukan kami, dan saat itu pihak lapas tidak mengizinkan media untuk masuk, jadi mereka hanya berada di pintu utama. Dan saya yang langsung memimpin di dalam, jadi saya tegaskan tidak ada tembakan itu," tegas Ardian.

Pada Kamis (21/7) sore Polres Kota Bengkulu mendatangi Lapas Bentiring Kota Bengkulu untuk pengembangan penyelidikan kasus narkoba.

"Kita ke sana bukan untuk razia kamar, tetapi untuk pengembangan pemeriksaan karena menangkap dua orang pelaku kasus narkoba," katanya.

Pengusutan lebih lanjut dari dua orang tersebut ditemukan indikasi peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas. Polisi memeriksa AB dan menggeledah ruang tahanan. Menurut Ardian, pemeriksaan itu berlangsung kondusif.

"Pada saat kita mau memeriksa tower air yang di atas bangunan lapas, bukan ruang tahanan narapidana lain, saat itu lah mulai bergejolak," ujarnya menjelaskan kronologi kejadian.

Dia menambahkan, semula pihaknya tidak akan merazia kamar-kamar yang berada dalam blok narkoba, sampai terjadi perlawanan saat kepolisian akan menggeledah tower air.

"Kami menemukan satu paket besar sabu, belum kita timbang, 140 telepon genggam di atas tower, ada 12 alat isap, kasur di tower," ujarnya.

Selain itu kepolisian juga menemukan 20 kaca pirex, 31 buku catatan narkoba, 6 timbangan digital, 12 plastik klip, 3 plastik sisa sabu, 3 buku tabungan berbagai bank, 5 kartu anjungan tunai mandiri, 25 butir yang diduga narkoba, serta uang senilai 1,46 juta yang diduga hasil dari penjualan narkoba.

"Kami juga mengamankan delapan orang narapidana dan tiga petugas lapas untuk diperiksa," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP