Kapolda Metro ngaku bom di Thamrin ganggu pengusutan kematian Mirna
Merdeka.com - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengakui bahwa pihak kepolisian sempat tidak fokus mengungkap kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin (27). Menurut Tito, ketidakfokusan tersebut karena adanya serangan teroris di Jalan MH. Thamrin, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu.
"Ini kemarin kan ada kasus bom ini semua fokus ke situ dan sekarang sudah dipecah lagi kekuatan ke situ (kasus Mirna)," ujar Tito, saat ditemui di Monas Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/1).
Namun Tito memastikan akan tetap menangani kasus Mirna hingga tuntas. Saat ini menurutnya, pihak kepolisian masih dalam penyelidikan. Nanti bila semua sudah lengkap alat buktinya pihaknya akan mengumunkan kepada media.
"Nantilah kalau sudah terungkap kita sampaikan ke publik. Daripada sepotong akan nggak karuan. Jangan spekulasi, kalau sudah terungkap akan disampaikan. Doain saja," katanya.
Sebelumnya, kematian Wayan Mirna Salihin (27) usai minum es kopi Vietnam di Oliver Cafe Grand Indonesia pada (6/1) lalu, hingga kini masih menjadi misteri. Polisi belum juga bisa menemukan motif dari kematian wanita yang akrab disapa Mirna itu.
Meskipun muncul fakta baru usai tim dokter forensik melakukan uji terhadap jenazah Mirna. Ditemukan racun mematikan sianida dalam tubuh dan kopi yang diminum Mirna dengan dosis yang luar biasa mematikan.
"Di dalam kopi korban mengandung 15 gram zat sianida," kata Kepala Pusat Laboratorium Forensik (Kapuslabfor) Mabes Polri Brigadir Jenderal Alex Mandalika saat dikonfirmasi, Sabtu (16/1).
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya