Kapolda Metro minta warga tak unjuk rasa selama KAA
Merdeka.com - Dalam peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika, Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono, menjelaskan adanya rekayasa lalu lintas yang dimulai dari Senin (19/4) hingga Jumat (24/4). Seusai apel gabungan TNI dan Polri ini Unggung menyebutkan pihaknya menurunkan 4.236 personel.
"Saya sebagai dansatgas PAM VIP 2 menurunkan 4.236 satgas, yang dibagi jadi 5 satgas, yakni pre intelijen, binas pam terbuka, Brimob, lalu lintas, gakum reserse, dan bantuan pengamanan," tutur Unggung di JCC, Minggu (19/4).
Rekayasa lalin tersebut diterapkan di 77 titik dengan sistem buka tutup dari Halim atau Soekarno-Hatta menuju hotel dan JCC.
"Tol timur keluar di Semanggi diluruskan keluar di Pulau Dua, Pemuda, Asia Afrika. Blok M belok Pakubuwono dan masuk pintu 1. Depan Gatot Subroto tutup ke Pemuda dan masuk pintu 7. Sebelum Polda, Senopati, luruskan ke Tendean," jelas Unggung.
Dia juga menjelaskan bahwa buka tutup jalan ini bersifat situasional, di mana akan ditutup jika iringan delegasi akan melewati jalan-jalan tersebut.
Unggung juga menekankan pada masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa selama jalannya KAA. "Saya juga imbau masyarakat selama pelaksanaan KAA untuk tidak melakukan unjuk rasa atau menyampaikan pendapatnya di muka umum. Karena kita tahu di DKI unjuk rasa terjadi 165 kali sebulan, artinya satu hari lebih dari 1 kali," tegasnya.
Imbauannya untuk tidak melakukan unjuk rasa selama KAA berlangsung ini dimaksudkan untuk mengantisipasi tambahnya kemacetan yang akan terjadi.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya