Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Jabar: Jangan sampai ada monopoli harga pangan

Kapolda Jabar: Jangan sampai ada monopoli harga pangan Kapolda Jabar Irjen Budi Agung. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Sejumlah bahan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan jelang bulan ramadan. Polisi mengimbau kepada para pelaku ekonomi agar tidak menjadi spekulan dan melakukan penimbunan.

Hal itu disampaikan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto usai inspeksi mendadak di Pasar Sederhana dan Pasar Kosambi, Kota Bandung.

Didampingi sejumlah pejabat pemerintah, Agung menyisir sejumlah kios. Hasilnya ada beberapa bahan makanan yang harganya naik. Seperti cabai rawit dari harga Rp 30 ribu naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.

Daging ayam dari harga Rp 35 ribu menjadi Rp 37 ribu. Harga telur ayam naik hanya Rp 500 dari Rp 24 ribu menjadi Rp 24.500.

"Memang ada kenaikan harga. Tapi selebihnya, ketersediaan pangan, aman," katanya, Rabu (2/5/2018).

Sidak seperti ini diinstruksikan kepada seluruh jajaran Polda Jabar di semua daerah. Tujuannya, memantau harga sekaligus mencegah inflasi.

"Satgas pangan provinsi, semua monitor, jangan sampai ada monopoli harga," ujarnya

Pihak kepolisian yang masuk ke dalam satgas pangan akan bertindak tegas menindak siapapun yang melakukan monopoli harga pangan.

"Kita sama-sama butuh, jadi jangan ada lagi monopoli atau diumpetin dulu. Nanti ada satgas pangan, kita akan tindak kalau benar terjadi," ujarnya.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP