Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolda Jabar bantah wilayahnya rawan begal

Kapolda Jabar bantah wilayahnya rawan begal Kapolda Jabar Irjen Budi Agung. ©2017 Merdeka.com/Andrian Salam Wiyono

Merdeka.com - Kapolda Jabar, Irjen Agung Budi Maryoto menolak jika wilayahnya khususnya Kota Bandung, dianggap sebagai daerah rawan begal. Sebaliknya, dia mengklaim bahwa angka kejahatan di Jawa Barat cenderung turun.

Saat ditemui di RS Sartika Asih, Jalan M. Toha Kota Bandung, Agung menilai kinerja anak buahnya sudah maksimal. Saat ini pun kegiatan preventif seperti patroli terus ditingkatkan.

"Begal tidak marak. Pencurian dengan pemberatan dan (pencurian dengan) kekerasan beda. Data menunjukkan 20 persen (angka kejahatan turun)," katanya, Rabu (5/9).

"Di Polda Jabar itu saat kegiatan kepolisian ditingkatkan, (tindak kejahatan) yang biasanya dalam satu hari 70-80 kasus, selama Asian Games turun 50 kasus. Artinya ini turun," tambahnya.

Seperti diketahui, lebih dari sepekan ini kota Bandung diramaikan dengan aksi pelaku pencurian dengan kekerasan atau begal. Mereka hampir semuanya beraksi saat dini hari saat jalanan sepi.

Beberapa peristiwa yang menyita perhatian di antaranya dialami Kristoforus Jedikson (23) di Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu (22/8) dini hari. Saat melintas di jalan usai menjaga hewan kurban, dia dipepet oleh sejumlah pelaku dan mendapat pukulan benda tumpul sebelum motornya raib dicuri.

Selanjutnya, pada Jumat (24/8) seorang perempuan warga negara Korea Selata berinisial M (21) menjadi korban jambret. Peristiwa itu terjadi di perempatan Jalan Aceh - Lombok, Kota Bandung, sekira pukul 14.30 WIB. Meski ponselnya hilang, dia tidak mengalami luka.

Lalu, seorang mahasiswi berinisial Shanda Puti Denita (23) meninggal dunia akibat pendarahan di kepalanya usai jatuh dari motor akibat dibegal di Jalan Cikapayang, Kota Bandung pada Kamis (30/8/2018).

Tak berhenti di situ, penembakan oleh kelompok tak dikenal terjadi di Tol Pasteur Bandung pada Jumat dinihari pukul 03:30 WIB dengan korban seorang perempuan yang mengenai bagian lehernya. Saat ini, korban masih menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin.

Menanggapi itu, Agung mengakui bahwa peristiwa ini menjadi perhatian publik. Namun, bukan berarti daerah yang bersangkutan dicap rawan.

"Kejadian ini memang menonjol karena cara melakukannya sadis maka polisi atensi untuk segera ungkap," ucapnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP