Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapendam Cenderawasih: Musala tidak dibakar tapi terbakar

Kapendam Cenderawasih: Musala tidak dibakar tapi terbakar Pembakaran masjid di Tolikara. ©twitter.com

Merdeka.com - Insiden bentrokan di Tolikara yang berakhir dengan terbakarnya musala mulai menemukan titik terang. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Teguh PR meluruskan informasi yang selama ini berkembang di masyarakat. Secara tegas dia menuturkan bahwa tidak benar musala dibakar warga.

"Berdasarkan hasil rapat mediasi yang diprakarsai oleh Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua di Tolikara, Sabtu pagi, didapatkan keterangan bahwa tidak benar musala dibakar warga," kata Letkol Inf Teguh PR di Jayapura, Papua, seperti dilansir Antara, Sabtu (18/7).

Pangdam Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan menyatakan kesiapan membantu penegakan hukum.

"Setelah Pangdam didampingi Kapolda Papua melihat di lapangan, terungkap bahwa pembakaran yang terjadi dilakukan terhadap kios terlebih dahulu kemudian merambat ke musala," katanya.

Dia menuturkan, TNI, Polisi, jemaah muslim, dan jemaat GIDI secara gotong royong akan membangun kembali musala, kios dan rumah yang terbakar.

"Kodam juga akan kumpulkan pakaian pantas pakai dan bahan makanan dan akan diangkut dengan helikopter," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dan Pangdam XVII/Cenderawasih menggelar rapat mediasi di kediaman Bupati Tolikara, di Karubaga yang dihadiri oleh Waka Polda Wabup dan Kapolres Tolikara serta Presiden GIDI. Sejumlah tokoh masyarakat, adat, pemuda dan masyarakat yang menjadi korban kebakaran turut hadir dalam rapat tersebut.

Setelah rapat mediasi, Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua memberikan pengarahan di jemaat Gereja GIDI yang dihadiri ratusan masyarakat Tolikara.

"Pada pengarahan itu Kapolda Papua menjamin bahwa masalah ini akan diselesaikan dengan baik, siapa yang bersalah akan diberikan sanksi termasuk apabila ada anggota Polri yang bersalah dalam menangani masalah ini," katanya.

Sementara, Pangdam Cenderawasih, kata Teguh, mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan jangan mudah terprovokasi.

"Sebagai manusia yang percaya akan Tuhan, masyarakat diminta menjaga kedamaian khususnya di Kabupaten Tolikara, sehingga bisa hidup dengan aman dan damai," katanya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP