Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapal Tenggelam di Selat Bangka Simpan 46 Ton Solar, Ada Potensi Pencemaran

Kapal Tenggelam di Selat Bangka Simpan 46 Ton Solar, Ada Potensi Pencemaran Ilustrasi patroli pencarian korban kapal tenggelam. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapal crane bass 'ARK Shiloh' tenggelam di Selat Bangka, Muara, Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (28/12) dini hari. Tidak ada korban jiwa dan terluka dalam insiden itu, namun ada ancaman pencemaran solar di lokasi kejadian.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang Mayor Mar Sandi Varikta mengungkapkan, kapal tersebut diketahui masih menyimpan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar cadangan sebanyak 46 ton. Hal ini perlu diantisipasi agar tidak terjadi pencemaran di laut.

"Informasinya ada 46 ton solar cadangan di kapal itu," ungkap Sandi, Rabu (28/12).

Pihaknya mengirimkan kapal patroli ke lokasi untuk melakukan pencegahan minyak menyebar luas. Pemilik kapal diminta menyiapkan oil boom jika sewaktu-waktu solar keluar dari tempat penyimpanan.

"Itu perlu diantisipasi segera agar tidak menyebar ke mana-mana," ujarnya.

Tenggelam akibat Cuaca Buruk

Dari pemeriksaan sementara, penyebab tenggelamnya kapal itu murni akibat cuaca buruk. Kapal ARK Shiloh masih laik berlayar dan baru melakukan docking di Gresik, Jawa Timur pada 25 Maret 2022.

"Tidak ada masalah teknis apa pun di kapal. Penyebabnya karena cuaca buruk, dihantam gelombang tinggi," kata dia.

Sandi memastikan tidak ada korban dalam peristiwa itu, baik tewas maupun terluka dan hilang. Seluruh kru yang berjumlah 36 orang telah dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Api-Api Banyuasin menggunakan kapal tugboat MV STL Miracle. "Semuanya selamat karena cepat dievakuasi," pungkasnya.

(mdk/yan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP