Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapal nelayan dirampok, 5 kru diminta lompat ke laut 1 tenggelam

Kapal nelayan dirampok, 5 kru diminta lompat ke laut 1 tenggelam Pencarian nelayan tenggelam korban perampokan. ©2017 Merdeka.com/Nur Aditya

Merdeka.com - Empat kawanan perompak bertopeng dan bersenpi, merampok 4 nelayan di atas speedboat, yang berlayar dari perairan Muara Tanjung Tiram di Kabupaten Bulungan menuju Tarakan, Kalimantan Utara. Keempat nelayan diminta melompat ke laut, dan seorang di antaranya tenggelam lantaran tidak bisa berenang.

Sementara speedboat milik nelayan dirampas.

Keterangan diperoleh, peristiwa itu terjadi Jumat (7/4) siang kemarin, sekira pukul 12.30 Wita. Empat nelayan menggunakan speedboat masing-masing Yusuf, Darwis, Adi, dan Masmarin, mengangkut 4 buket kepiting dari Tanjung Tiram ke Tarakan.

"Peristiwa itu kita terima dari Polair Polres Tarakan sekirs jam 7 pagi tadi. Di tengah jalan, mereka diadang dengan 4 orang tak dikenal yang juga menggunakan speedboat," kata Kepala Basarnas Kaltim-Kaltara Kantor SAR Balikpapan Mujiono, sebagaimana disampaikan melalui Kasi Operasi Octavianto, saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (8/4).

"Orang tak dikenal itu pakai topeng, menggunakan senjata laras panjang dan senjata tajam berupa parang panjang. Empat orang diminta nyebur ke laut. Tapi Adi, tidak bisa berenang dan tenggelam," ujar Octavianto.

"Keempat perompak itu, merampas speedboat mereka (nelayan), dan akhirnya membawa kabur speedboat itu tambah Octavianto.

Tiga orang lainnya, Yusuf, Darwis dan Masmarin, lantas berenang ke daratan, hingga akhirnya ditemukan warga yang berlayar di sekitar mereka, dibawa ke Tarakan dan melapor ke kepolisian, Jumat (7/4) malam.

"Tiga orang selamat warga Tarakan itu, sudah berada di rumah masing-masing. Sementara, mulai pagi tadi, kita lakukan pencarian korban tenggelam. Kita fokus ke korban, dan untuk tindak kejahatannya dilakukan kepolisian," ungkap Octavianto.

Namun demikian menurut Octavianto, tim Basarnas dari kantor SAR Tarakan, sempat meminta kepastian pengawalan dari kepolisian, lantaran kekhawatiran dengan risiko menjadi sasaran berikutnya dari kawanan perompak.

"Informasi ketiga korban selamat itu, pelakunya menggunakan senpi rakitan. Jadi, pencarian korban menggunakan pendampingan kepolisian, juga bersama TNI AL, BPBD, keluarga korban dan juga masyarakat," demikian Octavianto.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP