Kapal Karam di Perairan Asahan, 2 PMI asal NTT dan Sulsel Meninggal
Merdeka.com - Kapal pengangkut 86 pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal tenggelam di perairan Tanjung Siapi, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (19/3) kemarin. Dua orang meninggal dalam peristiwa itu.
Komandan Pos SAR Tanjungbalai-Asahan Adi Pandawa mengatakan, dua PMI yang meninggal berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan.
"Jumlah PMI 86 orang, nakhoda 1 orang, anak buah kapal ada 3 orang, dan meninggal dunia 1 orang dari NTT serta 1 orang meninggal asal Sulawesi Selatan," kata Adi, Minggu (20/3).
Kapal Tak Layak Berlayar
Korban meninggal itu telah dibawa ke salah satu rumah sakit di kawasan Asahan. Sejumlah korban selamat kini berada di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Berdasarkan dugaan sementara, kapal pengangkut 86 PMI itu karam disebabkan mesin generator mati saat berlayar. Kapal itu juga diduga overload dan tak layak berlayar.
"Penumpang over, proses tenggelam satu jam tanpa keamanan. Kapal tidak layak dan sempit," ungkap Adi.
Nakhoda Diperiksa Polisi
Nakhoda dan tiga anak buah kapal diserahkan ke Polres Asahan. Mereka masih menjalani pemeriksaan.
Diketahui, 86 PMI ilegal itu berangkat dari pelabuhan tikus di Kabupaten Asahan menuju Malaysia. Namun, belum sampai tujuan kapal itu terlanjur karam.
"Operasi pencarian selesai dan ditutup," pungkas Adi.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya