Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kaos reuni yang tak sempat dikenakan Dera

Kaos reuni yang tak sempat dikenakan Dera Jenazah Dera korban pembunuhan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Rumah di Jalan Bukit Menur I RT 06 RW 20 Perumnas Bukit Sendangmulyo, Tembalang, Semarang penuh wajah-wajah sedih. Ya, mereka adalah pelayat yang mendatangi rumah duka Dera Dewanti Dirgahayu.

Dera tewas mengenaskan dan diduga menjadi korban pembunuhan di rumah kontrakannya di Perum Sawahan Indah RT 001 RW 001, Padokan, Sawahan, Boyolali.

Karyawan lembaga perbankan swasta itu ditemukan tanpa busana di Waduk Cengklik. Di tubuhnya juga ditemukan luka akibat penganiayaan dan sudutan rokok.

Di antara rombongan pelayat, puluhan rekan korban dari SMPN 17 Semarang angkatan 1994 tampak mendominasi. Mereka kompak mengenakan seragam abu-abu. Seorang rekan Dera, Ciplik mengatakan terakhir bertemu Dera pada Sabtu (20/1). Dia mengaku tidak meyangka itu adalah pertemuan terakhir.

"Kami ketemu untuk membahas reuni yang akan digelar Minggu (28/1) depan. Korban bilang itu pertemuan terakhir. Kami sih enggak punya firasat buruk, karena itu memang pertemuan terakhir sebelum reuni digelar," ujarnya, Selasa (23/1).

Menurut Ciplik, Dera antusias dengan rencana reuni SMPN 17 tersebut. Dia bahkan siap menjadi panitia seksi acara dan master of ceremony (MC). Agar reuni itu terealisasi, korban bahkan minta agar pesanan kaos berwarna abu-abu yang dikenakan saat reuni segera diselesaikan.

"Kebetulan kaosnya sudah jadi. Tapi, korban tidak sempat mengenakannya. Jadi kami berikan ke keluarga almarhum," imbuh Ciplik.

Rekan Dera yang lain, Ema mengungkapkan, almarhum selama ini dikenal sebagai pribadi yang ceria. "Tapi saat pertemuan terakhir dia terlihat murung. Mungkin karena banyak masalah, apalagi ibunya baru saja mengalami kecelakaan hingga almarhum harus bolak-balik Solo-Semarang untuk merawat," kata Ema.

Sementara itu, salah satu tetangga korban yang enggan disebutkan namanya mengaku kematian korban meninggalkan sejumlah misteri. Hal itu dikarenakan mobil Honda Jazz yang digunakan korban juga turut hilang.

"Setahu kami korban punya mobil Jazz. Kata kakaknya mobilnya juga enggak ada dan di rumahnya ditemukan banyak bercak darah," beber tetangga korban itu.

Prosesi pemberangkatan jenazah Dera berlangsung khidmat. Sejumlah kerabat dan keluarga korban tampak hadir memberi penghormatan terakhir sebelum pemakaman. Korban dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Jangli Tlawah, Candisari, Semarang, sekitar pukul 13.00 WIB.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP