Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kantor digeledah Bareskrim, Dirut Pelindo bilang 'saya nggak ngerti'

Kantor digeledah Bareskrim, Dirut Pelindo bilang 'saya nggak ngerti' Dirut Pelindo II RJ Lino. ©2015 Merdeka.com/muchlisa

Merdeka.com - Bareskrim geledah kantor PT Pelindo II di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggeledahan ini terkait dengan dugaan korupsi dalam pengadaan 10 mobil Crane yang dilakukan Pelindo.

Namun Dirut PT Pelindo II RJ Lino bantah jika 10 unit mobile Cranee yang ada di pelabuhan itu disebut tak berfungsi sama sekali.

"Polisi bilang Crane tidak digunakan? Siapa bilang? lihat saja. Berfungsi kok. Kalian liat ada di lapangan," kata RJ Lino di Kantor Pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

RJ Lino menjelaskan, jika hanya satu atau dua yang tidak bekerja, itu hal yang biasa. Dia mengklaim saat ini PT Pelindo sudah banyak kemajuan dan menguntungkan negara.

"Dalam bisnis kurang berhasil? katakan ya itu hal biasa dalam bisnis. Buktinya awal Pelindo aset Rp 6,5 triliun sekarang sudah Rp 40 triliun. Sudah untung banyak. Jadi kalau ada 1 atau 2 alat Crane seperti itu tak berjalan, ya biasa. Kalian bisa lihat sendiri apakah alat-alat itu dipakai atau tidak," paparnya.

Dia menjelaskan, terkait penggeledahan ruangannya oleh pihak Bareskrim dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok itu tak tahu menahu. "Saya nggak ngerti pas pulang ke sini tiba-tiba banyak banget polisi" ucapnya.

Soal penunjukan dokumen-dokumen dan akan dilakukan proses lelang yang diperiksa BPK, RJ Lino mengungkapkan ini pasti laporan dari JICT. Dirinya pun tak masalah jika nanntinya dipanggil untuk diperiksa Bareskrim.

"Saya sudah biasa dipanggil KPK, dipanggil Kejaksaan. Beresin pelabuhan ini susah. Saya bilang di negeri bikin baik susah. Saya hormati hak teman-teman kepolisian kalau ada laporan," tutupnya.

(mdk/rnd)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP