BAPETEN kampanyekan safety culture guna cegah kecelakaan pemanfaatan tenaga nuklir
Merdeka.com - Mengkampanyekan safety culture, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) ingin semua pihak yang terkait pemanfaatan tenaga nuklir menjunjung tinggi safety culture. Serta, menggalakkan kemudahan pengurusan izin agar industri nasional bersaing di pasar internasional.
Kepala Badan Pengawas Tenaga Nuklir Jazi Eko Istiyanto bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan(Kemenkes) Untung Suseno Sutarjo menghadiri General Conference di Wina, Austria. General Conference ini dihadiri oleh kepala badan pengawas dari seluruh dunia. Semua pihak berbagi pengalamannya mengenai safety culture di masing-masing negara.
"Semua pihak yang memegang izin dan memanfaatkan tenaga nuklir harus patuh pada aturan, tidak peduli ada Undang-Undang (UU) atau tidak, atau karena takut kepada polisi, tapi itu harus dilakukan," jelas Jazi.
Safety Culture ini akan mencegah kecelakaan yang parah dalam pemanfaatan tenaga nuklir. Ia mengatakan, kesadaran itu penting karena jika sudah terjadi, dampaknya cukup besar pada lingkungan. "Tidak hanya pada orang lain, tapi kita juga," ucapnya.
Menurutnya, Indonesia sebenarnya tidak ketinggalan dalam penerapan safety culture, karena hampir semua Rumah Sakit telah membangun safety culture. Pihak rumah sakit pun sangat berhati-hati dalam pemanfaatan tenaga nuklir, karena rumah sakit berhubungan langsung dengan nyawa pasien, operator alat, dokter, dan lingkungan. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya