Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kamera dirampas, wartawan Bandung demo bus Bandros

Kamera dirampas, wartawan Bandung demo bus Bandros Wartawan demo Bandros. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Solidaritas Wartawan Bandung (SWB) mendatangi terminal Bandung Tour on the Bus di Taman Kandaga Puspa Jalan Citarum, Bandung. Mereka menuntut pengelola Bandros yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan TV Mardiansyah alias Dian meminta maaf.

Dalam aksinya, wartawan membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan kecaman terhadap aksi kekerasan yang dilakukan Benny dari Badan Promosi dan Pariwisata (BPP) Kota Bandung. Benny dituding telah menghalang-halangi tugas jurnalistik ketika hendak mengonfirmasi adanya kenaikan tarif yang mencapai Rp 50 ribu. Padahal tarif harusnya dibanderol Rp 10 ribu.

Koordinator SWB Iman S Nurdin menyayangkan aksi yang dilakukan Benny terhadap wartawan yang tengah melakukan tugas jurnalistiknya. Jika itu terjadi Benny telah melanggar UU Pers No 40 tahun 1999.

"Ini ada intimidasi wartawan. Kami mendesak ada permintaan maaf dari yang bersangkutan dan BPP Kota Bandung, terutama bagi mereka yang melakukan tindak kekerasan," kata Iman disela-sela aksi, Jumat (19/12).

Para wartawan bergantian melakukan orasi di depan pintu masuk Taman Pustaka Bunga Kandaga Puspa. Wartawan terus mendesak kehadiran Benny. "Kalau misalnya tidak ada titik temu, kita tempuh jalur hukum. Kami bisa laporkan ke Polrestabes Bandung," terangnya.

Pengelola Bus Bandros Firman Hidayat menyampaikan permohonan maaf atas tindakan oknum yang dilakukan terhadap salah satu jurnalis.

"Kasus kemarin saya atas nama pengelola khususnya teman kita, minta maaf. Kami akan mengevaluasi atas kejadian ini," tandasnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP