Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kambing yang dimangsa anjing belum pasti diganti pemerintah

Kambing yang dimangsa anjing belum pasti diganti pemerintah Anjing makan kambing. merdeka.com/Slamet Nusa

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan mengupayakan bantuan bagi warga Kecamatan Kedungbanteng yang kambingnya mati akibat dimangsa anjing liar. Namun belum pasti kambing yang tewas akan diganti.

"Warga yang kambingnya mati akibat dimangsa anjing liar itu dipersilakan mengajukan proposal kepada Bupati Banyumas, semoga ada kebijakan dari Pak Bupati," kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Dinnakkan), Hudi Utami, di Purwokerto, Rabu, (23/5). Demikian ditulis antara.

Sebelum anjing liar tersebut ditangkap, Dinnakkan telah menugaskan dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan terhadap kambing yang mati. Berdasarkan hasil otopsi, diketahui kematian kambing tersebut bukan karena penyakit melainkan sebab lain.

"Oleh karena itu, warga bersemangat untuk menangkap hewan misterius yang membunuh kambing-kambing mereka sehingga berjaga, memasang jebakan, dan memasang CCTV (kamera pengintai). Hingga akhirnya, warga dapat menangkap anjing yang diduga sebagai penyebab kematian kambing-kambing mereka," katanya.

Dari hasil pengamatan Dinnakkan terhadap anjing liar yang saat ini berada di Markas Kepolisian Resor Banyumas, binatang tersebut bukanlah anjing hutan melainkan anjing kampung yang liar.

Selain itu, lanjutnya, anjing berjenis kelamin betina tersebut mungkin anjing pemburu yang lepas dari pemiliknya saat berburu di hutan lereng Gunung Slamet. Letaknya memang tidak jauh dari wilayah Kedungbanteng.

Pihaknya bersama Polres Banyumas masih melakukan observasi terhadap anjing tersebut. "Salah satunya untuk mengetahui kemungkinan anjing tersebut berpenyakit," katanya.

Seperti diketahui, warga Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, Rabu pagi, menangkap hewan misterius yang selama ini meresahkan mereka karena memangsa 19 kambing di lima desa. Penangkapan ini dilakukan setelah warga memasang perangkap dan kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di kandang milik Muji dengan layar monitor di rumah Suyadi.

Dari pantauan melalui kamera pengintai sejak Selasa (22/5) sore, terlihat adanya dua ekor anjing yang mendekati kandang tersebut pada Rabu, sekitar pukul 01.00 WIB.

Warga dan anggota Kepolisian Sektor Kedungbanteng yang mengawasi gerak-gerik anjing-anjing tersebut melalui kamera pengintai segera mendatangi kandang kambing itu.

Selanjutnya, anjing tersebut diangkat dan dibawa ke lapangan desa setempat sebelum diangkut ke Markas Satuan Lalu Lintas Polres Banyumas di Purwokerto.

Berdasarkan data dari Polsek Kedungbanteng, anjing tersebut diduga sebagai penyebab kematian 19 kambing yang tersebar di lima desa, yakni Kebocoran, Karangnangka, Beji, Keniten, dan Karangsalam. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP