Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kalau tidak terpaksa, warga ogah naik JPO

Kalau tidak terpaksa, warga ogah naik JPO JPO Stasiun Palmerah. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Tidak adanya penjagaan di jembatan penyeberangan orang (JPO) membuat warga enggan memakai fasilitas ini. Padahal, pemerintah telah menyediakan fasilitas tersebut untuk keselamatan pengguna jalan dari risiko kecelakaan. Sayangnya, pemerintah luput untuk melengkapi dengan sarana pengamanan.

"Takut (naik JPO) apalagi kalau malam. Kalau ada kejadian gini makin takut," kata Nur Komalasari, seorang warga Depok, Rabu (25/11).

Namun dirinya mengaku terpaksa menggunakan JPO karena tidak bisa menyeberang sembarangan. Karena semua jalan sudah dipagar sehingga mau tidak mau harus menggunakan JPO.

"Harusnya dikasih CCTV dan lampu yang terang banget. Kalau saya suka jalan cepat di JPO kalau lagi sendirian," ceritanya.

Ketakutan dirinya sangat beralasan. Karena, JPO juga menjadi lokasi berkumpulnya penjahat jalanan.

"JPO menjadi salah satu tempat mangkal preman dan penjahat. Makanya harusnya sih dilengkapi dengan CCTV atau petugas yang berjaga," kata Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta.

Tempat umum di Jakarta saat ini masih belum terjaga dengan baik keamanannya. Karena tidak ada pihak berwenang yang peduli. Kejahatan jalanan di ruang publik, kata dia, bisa dikurangi jika dijaga oleh petugas keamanan.

"Jadi yang pakai JPO pun tidak merasa was-was kalau sudah dijaga," saran dia.

Kewaspadaan warga juga perlu ditingkatkan. Jika berada di ruang publik, kata dia, jangan menggunakan perlengkapan yang mencolok.

"Kalau terpaksa pulang malam usahakan jangan seorang diri," katanya.

Diberitakan sebelumnya, seorang wanita dirampok dan diperkosa di atas jembatan penyeberangan orang. "Sehabis pulang dari balai diklat PU, korban melewati jembatan penyeberangan orang dekat carrefour Lebak Bulus, Kebayoran Lama. Saat di atas jembatan, dia dihampiri oleh pelaku," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhammad Iqbal, menjelaskan, Selasa (24/11).

Pelaku kejahatan itu merampas iPhone5 milik korban. Dia juga mencekik wanita tersebut dan memperkosanya.

"Pelaku berjalan dari ujung jembatan menuju ke tengah dan langsung menarik jaket korban," lanjut Iqbal.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP