Kalau rakyat menang di PTUN, Ganjar janji tak ada pabrik semen
Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan, polemik pro kontra pembangunan pabrik semen di wilayah lereng Pegunungan Kendeng diselesaikan dengan pendekatan hukum. Gugatan warga terhadap Surat Keputusan Gubernur Provinsi Jawa Tengah Nomor 660.1/17 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan dan Pembangunan Pabrik Semen milik PT. Semen Gresik (Persero) Tbk di Kabupaten Rembang tertanggal 7 Juni 2012 telah diputuskan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Ganjar mengaku akan menjalankan hasil dari proses hukum tersebut.
"Yang di Pati dan Rembang selalu saya arahkan pada gugatan. Saya ikuti sebagai eksekutif, sebagai Gubernur. Kalau mereka (rakyat) menang, tidak akan pernah ada pabrik semen berdiri di wilayah warga yang menang," tegas Ganjar Pranowo di sela acara Musrenbang Provinsi Jateng yang digelar di Gedung Ghradika Bhakti Pradja, Kompleks Kantor Pemprov Jateng Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Jawa Tengah Selasa (26/4).
Beberapa wilayah di wilayah Lereng Pegunungan Kendeng, Jawa Tengah terdampak rencana pembangunan sejumlah pabrik semen. Wilayah yang terdampak adalah Kabupaten Rembang, Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Grobogan.
Ganjar menegaskan dua kabupaten yaitu Pati dan Rembang telah mempunyai dua putusan PTUN Semarang. Di Kabupaten Rembang, izin untuk pabrik Semen Indonesia tetap dilanjutkan. PTUN menolak gugatan warga.
Sementara di Kabupaten Pati, rencana pembangunan pabrik yang akan dilaksanakan anak perusahaan Semen Gresik dibatalkan oleh hakim pengadilan PTUN Semarang. Kini pihak Semen Gresik mengajukan banding ke PTUN Surabaya.
"Di Pati menang, di Rembang kalah. Saya tidak akan membedakan diantara keduanya. Sebagai seorang gubernur akan saya ikuti," katanya.
Sementara di wilayah Kabupaten Grobogan, politisi PDIP ini masih mengkaji dokumen analisis dampak lingkungan terkait izin penambangan pabrik Semen di wilayah itu.
"Berbeda dibanding Pati dan Rembang, masyarakat setempat (Grobogan) justru minta segera didirikan pabrik. Yang di Grobogan justru malah minta dibangun masyarakatnya. Ini yang ngomong pakar," katanya.
Soal tawaran untuk menjadi mediator antara pihak warga yang menolak dan pihak pabrik semen, Ganjar menyatakan tidak pernah berbohong pada masyarakat. Dia mengaku tak pernah dihubungi warga untuk diminta jadi fasilitator.
"Saya tidak pernah bohong! Gunretno punya nomor HP saya, dia tidak pernah menghubungi. Gunretno, Gunarti mereka saya kenal semuanya," terang suami Siti Atikoh Supriyanti ini.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya