Kahar Muzakir bantah terima suap PON Riau
Merdeka.com - Anggota Komisi X dari Fraksi Golkar, Kahar Muzakir, membantah menerima suap dalam kasus proyek PON Riau. Sebelumnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Lukman Abbas mengatakan, Kahar dan Ketua Fraksi Partai Golkar, Setya Novanto menerima suap senilai Rp 9 miliar terkait proyek PON Riau.
Lukman mengatakan, uang suap itu diberikan melalui sopirnya kepada seseorang bernama Acin yang disebut-sebut merupakan ajudan Kahar Muzakir.
"Mana ada beri duit, dia beri duit sama sopirnya, sopirnya yang memberi duit ke ajudan. Kalau fakta persidangankan fakta hukum. Siapa saja boleh bersaksi di persidangan," kata Muzakir di sela-sela Raker dengan mendikbud, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (7/8).
Politisi Golkar ini membantah jika Acin adalah ajudannya. "Dia boleh saja bawa sumpah, kan dia tidak pernah kasih saya duit. Kan yang dia kasih ke sopirnya. Sopirnya kasih ke ajudan saya bernama Acin. Saya enggak punya ajudan bernama Acin," katanya.
Dia mengaku hanya memiliki seorang asisten dan dua tenaga ahli. "Saya enggak punya ajudan, saya cuma punya asisten dan dua tenaga ahli," katanya.
Sementara itu, soal adanya pertemuan antara dirinya dengan Ketua Fraksi Golkar Setya Novanto dan Gubernur Riau, Rusli Zainal, ia mengatakan pertemuan itu merupakan acara makan siang biasa.
"Enggak ada yang dibahas. Pak Rusli itu salah satu ketua DPP Golkar, sebagai bendahara umum DPP Golkar dia pas datang ke sana. Jadi kita sedang makan, Pak Rusli datang sekitar 15 menit lalu pergi bersama salah satunya Pak Lukman itu," katanya. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya