Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kadispenau minta maaf terkait cuitan admin TNI AU soal '5.000 senjata'

Kadispenau minta maaf terkait cuitan admin TNI AU soal '5.000 senjata' Kadispenau Marsma Jemi Trisonjaya. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - TNI AU menyampaikan permohonan maaf kepada semua pihak, terkait mention admin Twiter TNI AU sehingga muncul berbagai interpretasi di masyarakat tentang TNI AU. Dalam cuitannya yang terkait pernyataan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, soal penyelundupan 5.000 senjata, admin twiter TNI AU tidak ada maksud untuk mengaitkannya dengan substansi pernyataan tersebut.

"Dari cuitan admin Twiter TNI AU, justru TNI AU bermaksud mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak serta merta ikut-ikutan men-share berita-berita yang masih belum jelas kebenarannya (hoax), baik kepada atau mengatas namakan per orangan maupun kelompok, selama data-data dan fakta belum ada," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya, Minggu (25/9).

Sehubungan dengan beredarnya dugaan rekaman pernyataan Panglima TNI oleh radio, TNI AU tidak menyanggah kebenaran isi pernyataan Panglima TNI, selama hal itu benar pernyataanya dan sudah mendapat ijin dari pihak-pihak yang punya otoritas mengeluarkan berita TNI, yaitu Puspen TNI. Hal ini terkait dengan jalur komando organisasi TNI yang bersifat tegak lurus, sehingga masyarakat diiimbau untuk tidak menginterpretasikan lain atas cuitan admin Twiter TNI AU.

"Terkait dengan ada kesan seolah-olah cuitan admin Twiter TNI AU menyanggah pernyataan Panglima TNI pada acara silaturahmi dengan para Purnawirawan TNI di Mabes TNI beberapa waktu lalu, itu tidak benar. Karena di antara admin media sosial di lingkungan TNI/Polri, Kementerian dan Lembaga

justru saling berkoordnasi dan bekerjasama memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat," kata Jemi.

Artinya admin TNI AU bersama dengan Admin institusi pemerintah lainnya, ingin mengajak masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap berita yang belum dikeluarkan secara resmi oleh pihak-pihak yang berwenang di dalam institusinya.

Apabila pernyataan yang disampaikan Panglima TNI memang sudah seizin beliau, dan atau sudah release dari Puspen TNI, maka admin Twiter TNI AU tidak akan memberikan pernyataan seperti yang ada di Twiter, tetapi pasti akan mendukung pernyataan Panglima TNI tersebut. TNI tetap solid, tidak akan terpecah belah demi menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

Sebelumnya, admin TNI AU melemparkan tweet soal isu pembelian senjata. "5.000 itu banyak lho. Gimana cara 'ngumpetinnya' dan apakah pernyataan ini memang dari Panglima TNI, karena dari Puspen TNI belum ada keterangan."

Sementara itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan, pihaknya tidak pernah menjelaskan tentang adanya institusi di luar TNI yang berencana mendatangkan 5.000 pucuk senjata secara ilegal ke Indonesia.

"Saya tidak pernah press release (pernyataan pers soal senjata), saya hanya menyampaikan kepada purnawirawan, namun berita itu keluar. Saya tidak akan menanggapi terkait itu (senjata ilegal)," kata Panglima TNI usai menutup Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Tahun 2017, di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu dikutip dari Antara, Senin (25/9).

Namun demikian, dirinya mengakui bahwa beredarnya video dan rekaman soal itu di dunia maya adalah memang pernyataannya.

"Seribu persen itu benar kata-kata saya. Tapi saya tidak pernah 'press release'(mengeluarkan pernyataan pers), sehingga saya tidak perlu menanggapi hal itu," paparnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP