Kadishub Kota Semarang merasa kalah dengan keberanian Daffa
Merdeka.com - Kepala Dishubkominfo Kota Semarang, Jawa Tengah Agus Harmunanto mengaku sempat marah-marah ke anak buahnya saat melihat aksi Daffa Farros Oktoviarto di sosial media. Kemarahan itu terjadi saat dirinya bersama anak buahnya melakukan breifing.
Agus Harmunanto bahkan aksi siswa kelas 4A SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Kota Semarang mencegat motor di trotoar sebagai tamparan keras bagi institusi yang dipimpinnya saat ini.
"Saya marah saat di briefing (rapat). Masak petugas kalah sama anak kecil. Dengan kejadian Daffa ini, baik petugas dan masyarakat, marilah disiplin," ungkap Agus Harmunanto di sela-sela acara pemberian penghargaan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi kepada Daffa di SD Negeri Kalibanteng Kulon 01, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (20/4).
Agus berharap supaya keberanian aksi Daffa menyetop sepeda motor di trotoar harus dijadikan penyemangat oleh bawahannya. Sehingga, mulai saat ini anak buahnya harus lebih gigih meniru semangat Daffa.
"Kita tentunya harus merasa malu dan menjadikan kejadian Daffa ini untuk memberikan semangat di lapangan," tandasnya.
Agus mengapresiasi keberanian Daffa melakukan aksi menyetop pemotor yang dengan sengaja melewati trotoar untuk menghindari kemacetan. Apalagi, cara yang dilakukan oleh Daffa cenderung dengan cara yang unik dan sederhana.
"Kasus ini harus menjadi pengingat bagi pengguna jalan agar menaati tata tertib lalu lintas dan tidak merampas hak pejalan kaki. Mas Daffa membuka ingatan untuk marilah sama-sama tertib," terangnya.
Agus Harmunanto mengakui pihaknya kesulitan jika harus mengawasi semua titik lalu lintas di Kota Semarang. Hal ini terjadi karena adanya persoalan keterbatasan personel.
"Meski ada persoalan itu, anggota kami juga sudah dan harus bekerja secara giat dan semangat. Salah satu contohnya pengawasan dan penertiban di Jalan Pandanaran yang dilakukan hingga malam oleh petugas," terangnya.
Selain itu, Agus juga meminta partisipasi masyarakat terutama para pengguna jalan untuk membiasakan diri melakukan penegakan disiplin dan tertib lalu lintas selama di perjalanan.
"Kalau masyarakat tidak ikut mendukung kita tidak bisa mengcover seluruh Semarang. Mari bersama-sama kita budayakan tertib berlalu lintas," pungkasnya
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya