Kader Demokrat beberkan politik uang Anas ke KPK
Merdeka.com - Mantan Ketua DPC Minahasa Tenggara Partai Demokrat (PD), Diana Maringka memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diana diperiksa sebagai saksi untuk kasus pembangunan gedung olahraga di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Diana datang memakai pakaian corak hitam putih, didampingi oleh kakak kandungnya, Sylvana Ester Maringka dan Wakil Ketua Bidang Pemuda dan Komunikasi DPD Sulawesi Utara PD, Herdie Togas.
Setelah diperiksa selama kurang lebih 2 jam oleh penyidik, Diana banyak komentar seputar pembagian uang dalam pemilihan kongres Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat (PD), Anas Urbaningrum pada 2010 lalu.
"Ya seputar pembagian uang saat kongres di Bandung 2010 lalu," ujar Diana kepada wartawan.
Diana pun juga membenarkan apa yang pernah diungkapkan M Nazaruddin terpidana suap wisma atlet SEA Games. Saat itu Nazar mengatakan bahwa Anas melalui tim suksesnya memberikan sejumlah dana kepada para kader untuk memenangkannya saat kongres.
"Saya sendiri terima USD 7000 dan Rp 30 juta. Dibagikan ke PAC-PAC di bawah DPC," ujarnya.
Diana Maringka merupakan mantan Ketua DPC Minahasa Tenggara. Saat menjadi saksi Nazaruddin dalam persidangan Tipikor Jakarta, dia sempat mengaku adanya politik uang dalam pemilihan kongres Pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) 2010 lalu. Bahkan, tim sukses Anas Urbaningrum terdapat anggota DPR RI yang turut membagikan sejumlah uang kepada para awak PD dari Sulut.
Saat penyerahan, para penerima diminta untuk memilih Anas Urbaningrum dalam kongres.
"Kita diminta untuk pilih Anas, mereka bilang harus pilih Anas," ujar Diana. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya