Kabut asap bikin Menteri Luhut ngamuk sampai pertaruhkan reputasi
Merdeka.com - Kabut asap hasil dari kebakaran hutan yang terjadi di Riau dan sejumlah provinsi di Indonesia sudah sangat mengkhawatirkan. Akibat kabut asap tersebut kerugian banyak diderita masyarakat.
Sekolah-sekolah diliburkan dan masyarakat banyak yang terkena penyakit gangguan pernapasan. Bahkan, kabut asap itu juga sampai melanda Singapura dan Malaysia.
Pemerintah pun tak mau tinggal diam. Presiden Joko Widodo langsung blusukan ke Sumsel, salah satu lokasi kebakaran hutan. Jokowi juga menginstruksikan agar api bisa segera dipadamkan dan pelaku pembakaran hutan ditindak tegas.
Ribuan personel TNI dan Polri diberangkatkan ke lokasi kebakaran hutan. Mereka ditugaskan memadamkan api yang menjadi penyebab bencana kabut asap.
Sementara itu, Menko Polhukam Luhut Panjaitan juga tak mau ketinggalan. Salah satu langkah yang dilakukan jenderal TNI purnawirawan ini adalah menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana asap dengan pihak-pihak terkait di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Senayan, Jakarta.
Mereka di antaranya yakni; Menteri LHK Siti Nurbaya, Kepala BNPB Willem Rampangilei, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Namun, Luhut tidak dapat menahan amarahnya ketika mengetahui kepala BMKG dan kepala daerah yang daerahnya terkena dampak kabut asap tidak semua hadir dalam rapat koordinasi itu.
"Saya dari BPBD Kalimantan Selatan. Saya akan menyampaikan kondisi di Kalimantan Selatan," kata perwakilan Pemprov Kalsel ketika hendak presentasi, Selasa (15/9). (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya