Kabid Dokkes Polda Sumsel bantah pungli penerimaan anggota polisi
Merdeka.com - Kabid Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel, Kombes Pol Soesilo Pradoto membantah dirinya dan beberapa perwira lain terlibat pungutan liar dalam penerimaan anggota polisi baru. Soesilo dan rekannya pun harus menjalani pemeriksaan Propam Mabes Polri. Namun dia berdalih pemeriksaan hanya terkait sistem administrasi kesehatan.
"Hanya pemeriksaan administrasi soal penerimaan calon polisi saja, benar oleh Propam Mabes," ungkap Soesilo saat dikonfirmasi, Jumat (31/3).
Dia juga membantah ada sejumlah uang dan beberapa barang bukti lain diamankan saat pemeriksaan. "Saya tidak tahu, soal uang tidak tahu, tidak ada itu," ujarnya.
Menurutnya, Propam Mabes Polri melakukan pemeriksaan lantaran adanya laporan calon anggota polisi dari Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) 2017 yang tidak puas hasil tes kesehatan. Hasil tes laboratorium di Polda Sumsel berbeda dengan fasilitas kesehatan lain.
"Nah, Mabes datang ke sini untuk menanyakan laporan itu. Sistem dan alat kami sudah diperiksa, tidak ada kesalahan," kata dia.
Agar kejadian ini tak terulang lagi, pihaknya akan menyamakan standar kelengkapan alat laboratorium dengan polda lain. Selain itu, pemilihan laboratorium dalam penerimaan calon polisi akan lebih selektif.
"Sebenarnya, hasil tes ini tidak bisa diganggu gugat, sudah final. Tidak bisa dipertentangkan dengan yang lain dan itu ada perjanjian persetujuan tertulis," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, diduga melakukan pungutan liar kepada calon brigadir polisi tahun 2016 dan SIPSS tahun angkatan 2017, delapan perwira polisi dan pegawai negeri sipil Polda Sumsel diperiksa Propam Mabes Polri. Petugas menyita barang bukti berupa uang sebesar Rp 4.784 miliar yang diduga hasil pungli.
Informasi dihimpun, mayoritas terperiksa berasal dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumsel. Diantaranya, Kombes Pol SS, AKBP SF, AKBP EK, AKBP TD, AKBP DDP, Kompol MS, Brigadir LF dan seorang PNS berinisial FT.
Sebanyak tujuh anggota Propam Mabes Polri mendatangi Polda Sumsel, Rabu (29/3). Selain uang, petugas juga mengamankan beberapa bukti lain, seperti buku tabungan, BPKB mobil BMW, BPKB sepeda motor yang diduga hasil pembelian dari seleksi, data komputer dan ponsel.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya