KA Argo Wilis tabrak Kijang dan motor, tiga luka
Merdeka.com - Kereta Api (KA) Argo Wilis jurusan Surabaya-Bandung menabrak Toyota Kijang dan pengendara Yamaha Vixion di perlintasan KA Jalan Pahlawan, Mojokerto, Jawa Timur. Dalam insiden itu, tiga korban selamat.
Korban itu adalah Sopir Toyota Kijang Nopol B 8033 TN, Tawi (51), warga Cerme, Gresik, Silfi Anggraeni (22), penumpang Toyota Kijang, serta pengendara motor Yamaha Vixon Nopol AD 6020 QV, Syamsudin (23), warga Pucuk, Lamongan, Jawa Timur.
Saat ini, ketiga korban itu sudah ditangani tim dokter dari RSU dr Wahidin Sudiro Husodo, Mojokerto di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). "Sedang untuk kendaraan korban (Toyota Kijang dan Yamaha Vixian) kami bawa ke Mapolres Kota Mojokerto," ujar Kasat Lantas Polres Mojokerto, AKP Katino ketika dihubungi, Sabtu (14/7).
Dari informasi yang dihimpun pihak kepolisian, kejadian itu bermula ketika dua kendaraan yang dikendarai masing-masing korban, melintasi di perlintasan kereta di Jalan Pahlawan, yang belum tertutup oleh palang pintu.
"Ketika berada tepat di tengah perlintasan, mereka langsung dihantam Kereta Argo Wilis jurusan Surabaya-Bandung, yang datang dari arah timur. Tidak ada korban meninggal dalam insiden itu, hanya saja, ketiga korban mengalami luka-luka ringan dan kini sudah dievakuasi ke rumah sakit," tuturnya.
Terkait penyebab kecelakaan itu, pihak kepolisian belum berani mengambil kesimpulan. Sebab, hingga saat ini mereka masih melakukan penyelidikan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan, kita akan koordinasi dengan anggota yang ada di lapangan. Untuk itu, kita belum mengetahui apakah kecelakaan ini terjadi akibat palang pintu yang belum ditutup ketika kereta hendak lewat, atau karena faktor lain," tandasnya.
Sebab, masih menurut dia, dari keterangan saksi-saksi, saat kereta lewat, sirine baru dibunyikan dan palang pintu belum tertutup. Sehingga kendaraan korban tetap melaju melewati perlintasan.
Sementara itu, pihak Stasiun KA Mojokerto membantah jika penjaga perlintasan tidak menurunkan palang pintu saat terjadi insiden tersebut. Sebab, menurut versi mereka (pihak stasiun) saat palang pintu akan diturunkan, banyak kendaraan yang masih melintas.
"Bukan tidak ditutup, tapi masih mencari sela karena masih banyak kendaraan yang lewat," kata Kepala Stasiun KA Mojokerto, Adin Suwiknyo. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya