Jurus kurus di cabang esport AOV Asian Games 2018
Merdeka.com - Bagi pecinta game bergenre Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) patut bangga. Hal ini lantaran tahun ini salah satu game MOBA yaitu Arena of Valor (AOV) turut dipertandingkan di Asian Games dalam cabang olahraga esport. Salah satu atlet AOV yang juga menjadi ketua tim, Glen Richard Pangalila kini tengah bersiap diri.
"Saya pribadi udah siap banget. Selain latihan, saya cari-cari data tentang lawan, terus perkembangan AOV sendiri di negara lawan, dan mengikuti turnamen-turnamen di luar dengan cara menonton, saya lihat strateginya, gameplan seperti apa," katanya saat ditemui di kantor Garena AOV, Pasific Century Place, Jakarta, Selasa (14/8).
Kurus panggilan akrabnya, mengatakan awal mengenal game AOV, karena ia memang hobi bermain game bergenre MOBA. Sehingga, ketika AOV rilis ia mulai tertarik untuk mencoba dan lebih membuatnya merasa tertantang dibanding game-game lainnya.
Sebelumnya, Kurus juga mengaku tidak menduga bisa menjadi atlet di esport AOV ini. Untuk terpilih menjadi atlet Asian Games nanti, sejumlah tahapan harus dilewatinya terlebih dahulu.
Ia menjelaskan bahwa seluruh tim AOV di Indonesia mengikuti kualifikasinya terlebih dahulu, kemudian dipilih lima besar. Setelah itu, dari lima besar itu dipilih perwakilannya sekitar 30 pemain untuk bisa divoting oleh seluruh pemain AOV dan masyarakat umum.
"Untuk jadi atlet ngga ada kepikiran sampai situ. Tapi karena saya sendiri berkecimpung dunia industri game dan pecinta esport juga jadi sudah membayangkan bakal ada turnamen skala nasional dan internasional," ujarnya.
Menurutnya, di Asian Games nanti lawan terberatnya adalah Taiwan, Thailand dan China. Kata Kurus, negara-negara tersebut mempunyai strategi di luar dari pemikiran seseorang .
"Karena selain mereka gamenya rilis duluan, otomatis pengetahuan tentang game itu jauh lebih banyak," kata pria berkacamata itu.
Meski begitu, ia tetap optimis untuk menjadi juara Asian Games di cabang esport kategori AOV ini. Sejumlah prestasi pun sudah ia torehkan seperti juara tiga di IGX, peringkat emat di Games Championship, juara satu di kualifikasi IGT, dan peringkat lima di ASL.
"Saya pribadi juara. Karena ini masih eksibisi jadi tidak memperebutkan medali. Target saya dari awal jadi juara," kata pria kelahiran Depok, 12 Juli 1989 saat ditanya target Asian Games.
(mdk/hhw)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya