Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Juru parkir liar menggila bikin resah warga Samarinda

Juru parkir liar menggila bikin resah warga Samarinda Ilustrasi parkir. ©2016 merdeka.com/yudi ailf

Merdeka.com - Juru parkir liar dalam sebulan terakhir kian merajalela di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Selain mematok tarif parkir seenaknya, mereka tak segan memaksa pemilik kendaraan menolak membayar harga tinggi.

Seperti diutarakan Ramadhani, warga Jalan Dr Soetomo. Pada Sabtu (20/2) malam dia melintas di kawasan GOR Segiri Jalan Kesuma Bangsa. Pada saat bersamaan, memang tengah berlangsung laga sepakbola persahabatan. Namun belakangan, Ramadhani dicegat juru parkir liar berada di tengah motor parkir dan meminta uang Rp 3.000.

"Aneh, padahal saya tidak sedang parkir, cuma lewat, tidak menonton bola. Kok jadi saya merasa dipalak," kata Ramadhani, kepada merdeka.com, Minggu (21/2).

Keluhan disertai keresahan lainnya diungkapkan Pratiwi, yang tinggal di Jalan Panglima M Noor. Seringkali, sepulang dia berbelanja di minimarket menjadi sasaran juru parkir liar yang meminta uang parkir bervariatif. Mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Padahal biasanya dia hanya memberi Rp 2.000 saban parkir.

"Mau tidak mau saya kasih Rp 3.000 karena saya perempuan. Takutnya saya nanti diapa-apain. Cepat kaya tukang parkir kalau seperti ini. Heran, kok tidak ada tindakan dari petugas (aparat)," keluh Pratiwi.

"Mereka itu, tukang parkir liar pintar bodohi. Kan di minimarket ada plang tertulis parkir gratis. Tapi plang itu dibaliknya, jadi tidak terlihat. Tetap minta uang parkir," ujar Pratiwi.

Penelusuran merdeka.com, para juru parkir liar memang semakin menjamur. Tidak hanya di minimarket, melainkan pada sejumlah ruas jalan yang terdapat lahan parkir. Di antaranya di kawasan Jalan KH Abul Hasan, Jalan Pangeran Diponegoro, hingga di kawasan Jalan Gadjah Mada.

Mereka kerap muncul mendadak di tengah banyaknya kendaraan parkir buat meraup rupiah. Bahkan, di kawasan Jalan Gadjah Mada Tepian Mahakam menjadi kawasan hijau, urusan parkir menjadi bisnis dan dikelola tidak resmi pihak tertentu.

Tidak hanya itu, persoalan parkir liar merajalela menjadi sorotan netizen, pada salah satu akun Facebook komunitas warga Samarinda beranggotakan ribuan orang. Meski akun Facebook itu kerap menjadi sumber informasi dari aparat dan pejabat pemerintahan terkait, perihal aspirasi dan sorotan warga, tetapi netizen menilai tidak ada tindakan nyata di lapangan.

"Akun Facebook itu cuma jadi bacaan saja. Seharusnya mereka (pejabat dan aparat) menindak juru parkir liar karena sudah meresahkan, mirip pelaku begal," kata seorang netizen, Abdul Rahman.

(mdk/ary)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP