Jurnalis di Solo desak presiden terpilih ungkap pembunuhan Udin
Merdeka.com - Jurnalis di Solo menyambut baik siapapun presiden dan wakilnya mendatang. Namun, mereka mendesak kepada presiden terpilih untuk mengungkap kasus pembunuhan wartawan harian Bernas Yogyakarta Fuad Muhammad Syafrudin (Udin). Sebab, polisi tak mampu mengungkap dalang pembunuhan meski hampir 18 tahun berjalan.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Solo, Moh Khudiq Duhri mengatakan kasus pembunuhan Udin hampir kedaluarsa. Bulan Agustus nanti kasus tersebut tepat berusia 18 tahun.
"Kami menitipkan aspirasi tentang kasus Udin ini ke presiden terpilih," ujar Duhri disela aksi kepedulian kasus Udin, di Solo, Minggu (13/7).
Duhri mengajak masyarakat agar tahu dan peduli terhadap kasus yang bukan hanya permasalahan wartawan saja tersebut. "Kasus Udin tidak hanya menjadi permasalahan bagi wartawan, tapi masyarakat secara luas. Sebab menyangkut penghilangan nyawa manusia," jelasnya.
Pegiat rumah menulis Kebak Yoni, Yulia Damayanti Purnomo mengaku tergerak ikut mengawal kasus Udin. Ia mengaku prihatin kepada penegak hukum yang melempem dalam mengusut kasus Udin. Menurutnya, sudah 16 kali berganti Kapolda Yogyakarta, tapi belum ada tersangka.
"Dulu pernah ada tersangka, tapi kasusnya sudah dibelokkan ke kasus yang lain," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yulia juga mengadakan diskusi dengan Dewan Pers dan Kontras untuk membahas kasus udin. "Kasus Udin tidak hanya milik sesama jurnalis, tapi sudah menjadi milik masyarakat. Kita semua harus ikut mendukung karena wartawan adalah penyedia informasi dan penyambung lidah masyarakat," paparnya.
Menurut Yulia, kasus Udin adalah kasus pembunuhan wartawan akibat pemberitaan. Jika kasus Udin terungkap, ia yakin kasus pembunuhan terhadap wartawan lainnya juga akan terungkap. (mdk/ded)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya