Juha Christnesen bantu Sutiyoso bujuk Din Minimi serahkan diri
Merdeka.com - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membuat kesepakatan damai dengan kelompok bersenjata Nurdin Ismail alias Din Minimi. Sutiyoso langsung menjemput Din Minimi dan kelompoknya di tempat persembunyian mereka. Bahkan Sutiyoso mengaku sempat menginap di rumah pimpinan kelompok bersenjata sempalan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Desa Ladang Baro, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.
Keputusan Din Minimi turun gunung dan menyerahkan diri tidak hanya berkat Sutiyoso. Ada sosok lain yang membantu Sutiyoso membujuk Din Minimi. Dia adalah fasilitator perdamaian Aceh, Juha Chirstnesen. Juha bersama Sutiyoso membujuk Din Minimi untuk kembali pada masyarakat. Juha juga sebagai aktor di balik kesepakatan perundingan damai Helsinski antara pemerintah Indonesia dan kelompok GAM.
Pada saat proses penjemputan, Sutiyoso harus jalan kaki selama 4 jam. Sebelum dijemput, Sutiyoso mengaku sudah sejak lama melakukan komunikasi hingga bisa bertemu secara langsung. Usai melakukan negosiasi dan sempat menginap semalam, Sutiytoso kembali ke Jakarta, namun tidak bersama Din Minimi.
"Din Minimi sekarang sedang berada bersama istrinya," kata Sutiyoso di Lhokseumawe, Selasa (29/12).
Sementara itu Koordinator Kontras Aceh, Hendra Sahputra melihat proses penjemputan Din Minimi sebagai langkah yang baik dan tepat dalam menjaga Kamtibmas di Aceh.
"Ini merupakan langkah pendekatan yang baik dari pada mengedepan upaya pemburuan dengan pengerahan pasukan," ucap Hendra Sahputra.
Meski sudah turun gunung dan menyerahkan diri, bukan berarti Din Minimi bisa melenggang bebas dari jeratan hukum. Din Minimi tetap harus mempertanggungjawabkan yang telah dilakukan selama ini.
"Tetap harus diproses secara hukum terhadap semua kejahatan yang dilakukan termasuk anak buahnya," tutupnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya