JPU bakal hadirkan ahli medis dan penyidik KPK di sidang dr Bimanesh
Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum pada KPK masih akan menghadirkan sejumlah saksi pada persidangan perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP. Saksi ahli sedianya juga akan dihadirkan pada persidangan atas terdakwa Bimanesh Sutarjo, dokter pada spesialis penyakit dalam pada Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH).
Jaksa Takdir Suhan mengatakan, saksi ahli meliputi ahli hukum pidana serta ahli medis mengingat latar belakang Bimanesh sebagai dokter.
"Masih ada 10 saksi lagi. Ada ahli hukum dan ahli medis," ujar Jaksa Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).
JPU juga akan menghadirkan penyidik KPK sebagai saksi dalam persidangan. Dihadirkannya penyidik sebagai upaya pembuktian adanya perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP yang diduga dilakukan oleh Bimanesh terhadap Setya Novanto.
Sejatinya, hari ini mantan Ketua DPR itu memberikan keterangannya sebagai saksi pada persidangan atas terdakwa Bimanesh Sutarjo, namun tidak hadir dengan alasan menyiapkan duplik.
Diketahui, dihadirkannya Setya Novanto guna membuktikan adanya perintangan penyidikan korupsi e-KTP yang diduga dilakukan oleh Bimanesh Sutarjo, dokter spesialis Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), dan mantan kuasa hukum Setya Novanto; Fredrich Yunadi.
Fredrich diduga melakukan upaya perintangan penyidikan, dengan menghalangi penyidik KPK memeriksa Novanto dalam perkara korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.
Setya Novanto mangkir setiap penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan karena diungsikan oleh Fredrich. KPK pun kemudian menetapkan Setya Novanto menjadi pihak yang dicari.
Tak berselang lama pasca penetapan orang yang dicari oleh KPK, Setya Novanto diketahui kecelakaan tunggal. Namun setelah ditelisik lebih jauh, kecelakaan diduga telah direkayasa.
Kesaksian itu diungkap oleh Bimanesh Sutarjo saat menjadi saksi untuk Fredrich Yunadi.
"Saya baru bangun tidur terdengar suara terdakwa (Fredrich Yunadi) dok skenarionya kecelakaan saya tanya maksudnya apa dia langsung tutup telponnya. Singkat sekali,” ujar Bimanesh.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya