Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

JPU anggap alasan Setnov absen di sidang Bimanesh Sutarjo janggal

JPU anggap alasan Setnov absen di sidang Bimanesh Sutarjo janggal reaksi tak terduga setya novanto. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Jaksa Penuntut Umum pada KPK menilai alasan Setya Novanto absen dari persidangan perintangan penyidikan korupsi proyek e-KTP janggal. Dalam keterangan yang diperoleh JPU, mantan Ketua DPR itu tidak bisa menghadiri sidang sebagai saksi dengan alasan sedang menyusun duplik.

Jaksa Takdir Suhan mengatakan alasan tersebut tidak logis mengingat agenda persidangan terhadap Setya Novanto pada tanggal 24 April mendatang adalah pembacaan putusan oleh Majelis Hakim terkait korupsi proyek e-KTP.

Sementara penyampaian duplik, tanggapan pihak terdakwa atas tanggapan JPU mengenai nota pembelaan, sejatinya telah diberikan kesempatan. Saat itu, secara lisan pihak terdakwa tetap pada nota pembelaan dan tidak menuangkan tanggapan secara tertulis.

"Yang kami tahu dengan sesuai dengan penundaan sidang bahwa di tanggal 24 itu agendanya putusan. Sehingga kami memaknai alasan ini ada yang janggal," ujar Jaksa Takdir di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (20/4).

Meski demikian, pihaknya mengimbau agar Novanto patuh pada pemanggilan saksi di persidangan Bimanesh Sutarjo berikutnya. Dia juga mengingatkan agar mantan Ketua DPR itu kooperatif dan tidak kembali absen dengan alasan tidak patut.

"Masih ada waktu untuk memanggil ulang kepada Setya Novanto untuk dihadirkan menjadi saksi Bimanesh. Kita panggil lagi semoga tidak ada halangan dengan alasan yang macam-macam," ujarnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail juga membantah adanya penyusunan duplik oleh pihak terdakwa ataupun kuasa hukum. Dia menegaskan, saat ini kuasa hukum masih berfokus pada sidang vonis terhadap Novanto.

Kepada merdeka.com melalui sambungan telepon, Maqdir mengatakan Novanto tidak pernah menyampaikan adanya panggilan dari pengadilan untuk menjadi saksi pada persidangan perintangan penyidikan korupsi e-KTP atas terdakwa Bimanesh Sutarjo.

"Duplik apaan, enggak ada. Silakan tanya ke pihak sana. Saya enggak tahu panggilan itu ada apa enggak," ujar Maqdir.

Diketahui, dihadirkannya Setya Novanto guna membuktikan adanya perintangan penyidikan korupsi e-KTP yang diduga dilakukan oleh Bimanesh Sutarjo, dokter spesialis Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), dan mantan kuasa hukum Setya Novanto; Fredrich Yunadi.

Fredrich diduga melakukan upaya perintangan penyidikan, dengan menghalangi penyidik KPK memeriksa Novanto dalam perkara korupsi yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

Setya Novanto mangkir setiap penyidik KPK menjadwalkan pemeriksaan karena diungsikan oleh Fredrich. KPK pun kemudian menetapkan Setya Novanto menjadi pihak yang dicari.

Tak berselang lama pasca penetapan orang yang dicari oleh KPK, Setya Novanto diketahui kecelakaan tunggal. Namun setelah ditelisik lebih jauh, kecelakaan diduga telah direkayasa.

Kesaksian itu diungkap oleh Bimanesh Sutarjo saat menjadi saksi untuk Fredrich Yunadi.

"Saya baru bangun tidur terdengar suara terdakwa (Fredrich Yunadi) dok skenarionya kecelakaan saya tanya maksudnya apa dia langsung tutup telponnya. Singkat sekali," ujar Bimanesh.

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP