Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi sudah dapat kabar 2 WNI disandera OPM

Jokowi sudah dapat kabar 2 WNI disandera OPM Jokowi umumkan paket kebijakan ekonomi. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo telah menerima laporan soal penyanderaan 2 WNI yang dilakukan OPM di Papua Nugini. Jokowi mendapatkan laporan dari Menko Polhukam Luhut Panjaitan.

"Sudah ada laporan langsung ke Presiden dari Menko Polhukam. Tentu Menko Polhukam tidak berdiam diri dan sudah melakukan langkah-langkah dan berkoordinasi dengan TNI," kata Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, di Istana, Jakarta, Senin (14/9).

Menurut Ari, karena hal ini leading sektornya ada di Menko Polhukam, Luhut sudah melakukan koordinasi dengan TNI. Sedangkan koordinasi antara pemerintah RI dengan Papua Nugini, merupakan tugas Kementerian Luar Negeri.

"Saya harus konfirmasi dulu ke Kemenlu. Karena terkait hubungan dua negara. Intinya Menko Polhukam sudah lakukan koordinasi dengan pihak lain terkait masalah ini," jelasnya.

Sejauh ini, diakui Ari, belum ada instruksi khusus dari Presiden Jokowi soal masalah ini. Sebab, Presiden sedang fokus melakukan kunjungan kenegaraan ke Timur Tengah.

Seperti diketahui, dua WNI yang bernama Sudirman (30) dan Badar (28) ditawan ketika tengah memotong kayu di Kampung Skopro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom. Penyanderaan terjadi bersamaan dengan insiden penembakan terhadap seorang pemotong kayu pada 9 September lalu.

Saat itu terdapat tiga orang pemotong kayu yang tengah melakukan tugasnya, secara tiba-tiba dihujani tembakan oleh kelompok JP. Akibatnya satu orang tewas, dua lainnya ditawan.

Kabar terakhir menyebutkan, penyanderaan ini karena mereka tak terima dua rekannya ditahan karena kasus narkoba.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP