Jokowi: Siapa pun catut nama saya minta jabatan atau proyek, abaikan
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kembali agar siapapun yang mencatut namanya untuk kepentingan tertentu agar mengabaikan saja. Entah itu, keluarga, pejabat, relawan atau lainnya.
"Siapa pun catut nama saya (keluarga/relawan/pejabat/lainnya), minta jabatan/proyek abaikan saja. Pemerintahan bersih harus dipraktikkan -Jkw," ujar Jokowi dalam Twitternya, Kamis (21/1).
Belum diketahui apa maksud dan tujuan Presiden tersebut. Apakah masih berkaitan dengan kasus Freeport atau Papa Minta Saham yang diduga melibatkan Mantan Ketua DPR Setya Novanto. Ataukah ada kasus baru soal pencatutan nama Presiden Jokowi.
Saat dikonfirmasi secara terpisah, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP mengatakan, apa yang disampaikan Presiden berlaku umum. Tidak mengarah pada satu kasus atau satu kejadian saja.
"Berlaku umum maksudnya, tidak mengarah pada satu kejadian. Soal ada pihak-pihak yang mengaku dekat, atau utusan atau apa pun namanya tentu bisa terjadi. Tidak hanya di lembaga kepresidenan," jelas Johan dalam pesannya.
"Karena itu Pak Presiden memberi warning, bahwa pemerintahan ini harus bersih bukan sekadar slogan belaka, tapi dilaksanakan dalam praktik pemerintahan karena itu harus zero tolerance terhadap KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme)," tambah Johan.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya