Jokowi segera putuskan nasib mega proyek Hambalang
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo meninjau mega proyek Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olah Raga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Nantinya, kunjungan tersebut akan menjadi rekomendasi Jokowi untuk menentukan nasib proyek pembangunan yang kini telah mangkrak.
"Begini jadi Pak Menteri Olahraga seminggu yang lalu memang sudah ke sini, kemudian dua hari yang lalu melaporkan kepada saya mengenai kondisi lapangan yang ada di Hambalang. Oleh sebab itu hari ini saya ingin melihat langsung mengecek langsung untuk melihat kondisi real-nya seperti apa," ujar Jokowi kepada wartawan di Hambalang, Jumat (17/3).
"Karena apapun ini sudah menghabiskan anggaran triliunan yang perlu keputusan, apakah dilanjutkan atau tidak dilanjutkan," tambahnya.
Sambil menunggu keputusan yang akan dibuat, lanjut Jokowi, ia meminta kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk meneliti struktur tanah di lokasi. Sebab, dirinya mendapat laporan bahwa struktur tanah di proyek tersebut merupakan tanah yang labil.
"Pak Menteri PU juga akan melihat kalau dilanjutkan, atau pertanyaan kedua, apakah tanah yang labil di sini memungkinkan untuk ini diteruskan. Karena info yang saya terima tanah ini telah labil, ini nanti perlu di Balitbang PU juga akan mengecek lagi memungkinkan atau tidak masalah labilitas tanah," ujar Jokowi.
Saat blusukan itu, Jokowi juga menilai perlunya tenaga yang ektra apabila nantinya pembangunan diputuskan dilanjutkan atau tidak. Sebab, dia menemukan fakta bahwa struktur bangunan yang tak sesuai.
"Kemudian juga bangunan kalau diteruskan struktur bangunan kan dilihat, harusnya besinya gede, tapi ternyata setelah dicek di lapangan malah besinya kecil. Harusnya pondasi misalnya 3 meter, malah besinya 1 meter, nah ini yang akan dicek semuanya secara total," katanya.
Jokowi menyatakan rapat terbatas nanti bakal menentukan nasib mega proyek Hambalang itu setidaknya akan digelar paling lambat satu atau dua pekan mendatang.
Proyek Hambalang merupakan salah satu megaproyek di era Presiden SBY. Menpora Andi Mallarangeng dan adiknya Zulkarnain Mallarangeng menjadi terpidana dan tersangka dalam kasus korupsi proyek ini. Demikian juga Ketum Demokrat Anas Urbaningrum yang menerima gratifikasi terkait proyek ini.
(mdk/rhm)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya