Jokowi sebut perang melawan ISIS jadi tantangan terbesar Indonesia
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo pagi ini memberikan pengarahan kepada peserta Rapat Pimpinan TNI dan Polri Tahun 2015. Acara ini digelar di Auditorium STIK Jalan Tirtayasa Raya No. 6 Jakarta Selatan.
Presiden tiba sekitar pukul 08.59 WIB dengan menggunakan batik lengan panjang. Saat tiba, Panglima TNI Jenderal Moeldoko dan Wakapolri Komjen Badrodin Haiti langsung menyambutnya di pintu depan gedung STIK.
Dalam sambutannya, Jokowi sempat menunjuk ke arah layar putih di belakangnya. Lewat layar itu, Jokowi akan menunjukkan program-program apa saja yang harus dilakukan TNI dan Polri ke depannya.
"Tantangan negara kita ke depan, serta program yang telah kita punyai," sambil menunjuk layar putih di belakangnya Gedung Auditorium STIK, Selasa (3/3).
Sayangnya layar yang berisi beberapa program Jokowi terkait keamanan mendadak mati, meski begitu Jokowi tetap kemudian melanjutkan pidato. Bagi mantan Gubernur DKI Jakarta ini, salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini adalah perang melawan terorisme.
"Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi ke depan yang ini jadi kewajiban bersama untuk selesaikan untuk menggalikan dan juga untuk memperbaiki. Saya kira tak hanya Indonesia tapi juga negara lain semua mengalami mazhab yang sama terkait terorisme terutama ISIS," ujarnya.
Sayangnya baru 3 menit Presiden pidato, awak media diminta keluar. Acara pemberian arahan Presiden dilakukan tertutup.
Turut hadir Menko Polhukam Tedjo Edhy, Menpan Yuddy Chrisnandi, Kabin Marciano Norman dan Mensesneg Pratikno. Sejumlah petinggi TNI dan Polri juga hadir duduk bersama di auditorium tersebut.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya