Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi sebut Libya ingin belajar dari Indonesia tentang demokrasi

Jokowi sebut Libya ingin belajar dari Indonesia tentang demokrasi Presiden Jokowi. ©Setpres RI/Cahyo

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan Bilateral dengan Perdana Menteri Libya, Faiz al-Siraj, di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) KE-5 di Jakarta Convention Center (JCC). Dalam pertemuan ini, Presiden Jokowi mengatakan perdana menteri Libya ingin belajar dari Indonesia tentang pengalaman berdemokrasi.

"Perdana menteri menyampaikan ingin belajar dari Indonesia dalam pengalaman demokrasi. Tadi sudah berbicara banyak mengenai Pilpres, mengenai Pilkada Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati dan wali kota," kata Presiden Jokowi usai menggelar pertemuan bilateral, Jakarta, Senin (7/3).

Selain itu, Presiden Jokowi mengaku menyinggung soal kepemerintahan Libya. "Tadi kita bertemu, dan yang pertama tadi saya ucapkan selamat atas terbentuknya pemerintah nasional gabungan terbaru yang ada di Libya," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, antara Libya dan Indonesia telah sepakat untuk meningkatkan kerja sama di beberapa bidang seperti bidang energi dan BUMN. Namun kerja sama ini akan diintensifkan ketika kondisi pemerintahan Libya kembali normal mengingat terhitung delapan tahun setelah tergulingnya Muammar Gaddafi, situasi kondisi wilayah Libya belum kondusif.

"Kerja sama di bidang energi, BUMN, swasta sudah beroperasi di Libya dan ini akan dilanjutkan kembali setelah situasi Libya kondusif," terang dia.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP