Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Santri Tetap Siaga Membela Tanah Air di Setiap Perubahan Zaman

Jokowi: Santri Tetap Siaga Membela Tanah Air di Setiap Perubahan Zaman Jokowi berbicara di WEF Special Virtual on Indonesia. ©Biro Pers Sekretariat Presiden

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo(Jokowi) menjelaskan para santri tetap siaga untuk membela tanah air walaupun zaman telah berubah. Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam akun instagramnya @Jokowi memperingati Hari Santri Nasional, Jumat (22/10).

"Zaman berubah-ubah dengan tantangannya sendiri-sendiri. Dan di setiap perubahan zaman itu, para santri Indonesia tetap teguh pada satu hal: siap siaga membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian," katanya dikutip merdeka.com, dalam akun instagramnya, Jumat(22/10).

Di masa pandemi, kata Jokowi, peran para santri untuk memutus mata rantai Covid-19 sudah terlihat. Upaya tersebut tercipta agar Indonesia bisa segera keluar dari masa sulit saat ini.

"Di masa pandemi ini, jiwa dan raga santri Indonesia juga bersiaga untuk bersama-sama memutus rantai penyebaran Covid-19, agar Indonesia selekasnya keluar dari masa-masa sulit ini," ungkapnya.

Hari Santri secara resmi ditetapkan pada 22 Oktober oleh Presiden Joko Widodo. Regulasi yang tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 ini meski bukan libur Nasional namun tetap disambut gembira oleh umat muslim di seluruh penjuru negeri.

Pada mulanya, Hari Santri Nasional ini rencananya akan ditetapkan oleh presiden Jokowi pada tanggal satu Muharam mengikuti penanggalan Hijriah. Namun karena Nahdlatul Ulama (NU) – sebagai pengusung utama Hari Santri Nasional- mengajukan tanggal 22 Oktober sebagai hari Santri Nasional, akhirnya Presiden Jokowi mengabulkan permintaan NU tersebut.

Di mana tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan penandatanganan Resolusi Jihad (22 Oktober 1945), yang digagas pendiri NU, KH. Hasyim Asy'ari dan puluhan Kiai se Jawa-Madura. Resolusi Jihad ini dianggap sebagai ikrar sekaligus manifestasi dukungan ulama dan para santri terhadap kemerdekaan Indonesia.

Di antara poin penting yang tertuang dalam Resolusi tersebut adalah bahwa membela tanah air dari penjajah hukumnya fardhu 'ain atau wajib bagi setiap individu dan yang membela penjajah menjadi kafir.

(mdk/ray)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP