Jokowi: Panen Udang Vaname di Muara Gembong Capai 5 Ton
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo mengatakan, panen raya udang vaname di tambak warga yang ikut program perhutanan sosial di Muara Gembong Kabupaten Bekasi, Jawa Barat hasilnya mencapai 5 ton. Kendati begitu, dia mengungkapkan, awalnya budidaya udang di lokasi tersebut berkali-kali mengalami kegagalan.
"Ini kita dulu tebar benih memulai memperbaiki lingkungan di sini itu November (2017). Dulu pikiran kita di Februari bisa panen, ternyata gagal. Nanti tanya ke petaninya, gagal," katanya di Muara Gembong Jawa Barat, Rabu (30/1).
Setelah gagal panen pada percobaan pertama, Jokowi menjelaskan, para petani kembali menabur benih. Pada percobaan kedua itu para petani hanya bisa memanen udang vaname sebanyak 2 ton.
"Yang ketiga ini diperkirakan nanti akan dapat kira-kira 5 ton. Itu sudah pada posisi yang normal. Saya senang ini sempat gagal, buat belajar. Namanya usaha kan gak harus langsung berhasil," ujarnya.
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menjelaskan, budidaya udang vaname bukanlah hal yang mudah. Dia menuturkan petambak harus memerhatikan lingkungan, suhu dan oksigen.
"Coba tanya, nungguin sehari berapa jam? 24 jam untuk udang itu. Dari KKP juga 24 jam nungguin di sini," jelasnya.
Sampai saat ini, kata Jokowi, baru sekitar 11 ribu hektare lahan yang dimanfaatkan warga untuk tambak udang. Pemerintah setidaknya telah menyiapkan sekitar 80,9 ribu hektare lahan.
Jokowi melanjutkan para petambak harus mengeluarkan modal awal sekitar Rp 180 juta untuk setiap hektare. Namun, pada saat panen mereka bisa mengantongi uang sekitar Rp 310 sampai Rp 320 juta.
"Jadi ini untuk 1 hektare kurang lebih Rp 180 juta. Kemudian tadi dihitung kalau panen dapatnya kira-kira Rp 310 sampai Rp 320 juta. Artinya ada margin keuntungan sekali panen itu Rp 120 jutaan kurang lebih. Ini kan duit gede banget," tutupnya.
Reporter: Lisza EgehamSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya