Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Minta Vaksinasi untuk Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan

Jokowi Minta Vaksinasi untuk Anak 6-11 Tahun Segera Dilakukan Vaksinasi siswa sekolah di Palestina. ©2021 AFP/Hazem Bader

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta vaksinasi untuk anak-anak usia 6-11 tahun agar segera dilakukan. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat rapat terbatas terkait evaluasi PPKM di Kantor Presiden, Senin (6/12).

"Vaksin anak-anak supaya segera dimulai, yang usia 6-11," kata Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kemudian mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga meminta agar vaksinasi dosis ketiga atau booster untuk dipersiapkan pada Januari 2022.

Airlangga juga menjelaskan, pihaknya sudah memfinalkan terkait aturan vaksinasi booster tersebut.

"Kami sudah akan memfinalkan terkait vaksin berbasiS PBI dan vaksin PBI, ini akan diatur dalam Permenkes tidak telalu lama," ujarnya.

Untuk diketahui Pada 9 November lalu, Kementerian Kesehatan masih menyusun teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak 6 sampai 11 tahun. Penyusunan ini melibatkan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, vaksinasi pada anak 6 sampai 11 tahun akan memperhatikan kondisi kesehatan. Selain itu, faktor komorbid atau penyakit penyerta anak menjadi perhatian khusus karena sangat berisiko.

Untuk dosis dan rentang waktu vaksin, kata Nadia, berdasarkan masukan IDAI sebanyak 0,5 ml dengan jarak penyuntikan pertama ke kedua selama empat minggu. Dosis dan rentang waktu vaksin ini sama seperti orang dewasa.

"Jadi, artinya kalau 2 kali dan dosisnya sama dengan dewasa sasarannya 26 juta, berarti kita minimal butuh vaksin 50 juta harus kita upayakan untuk bisa menambah stok vaksin kita saat ini," katanya, Selasa (9/11).

Nadia menjelaskan, prosedur pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak 6 sampai 11 tahun sama seperti dewasa yakni menggunakan nomor induk kependudukan (NIK). Dia mengajak para orang mulai mengecek NIK anaknya masing-masing sebelum vaksinasi dimulai.

"Kalau belum ada (NIK), silakan datang ke kecamatan atau kelurahan setempat untuk menanyakan NIK dari anak kita," tutur Nadia.

Menurut Nadia, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak 6 sampai 11 tahun akan melibatkan sekolah. Pelibatan sekolah disebabkan anak dalam rentang usia tersebut umumnya berada pada jenjang pendidikan sekolah dasar (SD).

"Kita juga tahu, imunisasi anak sekolah itu kan sering kita lakukan setiap tahunnya dan itu bekerja sama dengan sekolah-sekolah. Jadi nanti kita menggunakan mekanisme ini," ujarnya.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP