Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi minta peringatan naik tahta PB XIII dilaksanakan 22 April

Jokowi minta peringatan naik tahta PB XIII dilaksanakan 22 April Keraton Surakarta. ©2016 merdeka.com/arie sunaryo

Merdeka.com - Meskipun konflik internal keluarga Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat hingga saat ini belum menemui kejelasan, upacara adat Tingalan Dalem Jumenengan tetap dilaksanakan 22 April mendatang. Upacara peringatan naik tahta ke-13 Raja Paku Buwono (PB) XIII, tersebut dipastikan akan tetap berlangsung.

Kepastian tersebut sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti disampaikan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Rudyatmo mengaku telah dipanggil Jokowi ke Istana akhir pekan lalu.

Sesuai amanat UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, baik Presiden, Gubernur maupun Pemkot mempunyai tugas untuk menyelamatkan cagar budaya, baik secara fisik maupun budaya keraton agar tetap berlangsung.

"Dengan dasar itu, Presiden mengintruksikan agar prosesi Tingalan Dalem Jumenengan, tetap dilakukan 22 April mendatang. Presiden juga minta agar konflik yang tengah terjadi di internal keraton segera diselesaikan," ujar Rudyatmo, Selasa (4/4).

Rudyatmo mengatakan untuk keperluan tersebut, pemerintah pusat akan membantu anggaran pelaksanaan. Proposal kebutuhan anggaran Tingalan Dalem Jumenengan tersebut akan dibawa ke Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) pekan depan.

"Harapan kita prosesi Tingalan Dalem Jumenengan bisa dilaksanakan sesuai adat dan istiadat budaya ada keraton. Seluruh putra putri PB XII bersama-sama bisa menyengkuyung (mendukung) Tinggalan Dalem Jumenengan tanpa terkendala apapun," katanya.

Terkait konflik internal keraton, Rudy berjanji segera menyelesaikannya. Namun yang menjadi prioritas utama adalah prosesi Tingalan Dalem Jumenengan bisa dilaksanakan. Setelah kegiatan jumenengan, putra putri PB XII bisa duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan internal keraton.

Termasuk di antaranya pembenahan keraton sebagai bangunan cagar budaya agar bisa menarik kunjungan wisatawan. Dia berharap kegiatan jumenengan tahun ini berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya.

"Perbedaan yang diharapkan adalah berkumpulnya seluruh keluarga besar dari anak hingga kerabat keraton. Setelah prosesi jumenengan, saya ingin kebersamaan terus berlanjut untuk menyelesaikan konflik yang ada," ucapnya.

(mdk/dan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP